Penurunan Indeks Kemarin Bukan Akibat Reaksi Negatif Tim Ekonomi

Penurunan Indeks Kemarin Bukan Akibat Reaksi Negatif Tim Ekonomi

- detikFinance
Jumat, 22 Okt 2004 14:09 WIB
Jakarta - Turunnya indeks saham pada perdagangan kemarin bukanlah merupakan reaksi negatif atas tim ekonomi kabinet Indonesia Bersatu. Penurunan itu semata-mata karena turunnya hampir semua bursa regional.Demikian dinyatakan Ketua Bapepam Herwidayatmo dan juga Dirut BEJ Erry Firmansyah di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/10/2004)"Seluruh dunia kan semuanya turun. Masak semua pasar turun kita naik sendiri. Kan tidak lucu," kata Herwidayatmo.Hal senada diungkapkan Erry Firmansyah yang menyatakan bahwa jika bursa regional turun biasanya diikuti penurunan bursa Indonesia. Lebih lanjut Herwidayatmo menjelaskan penyebab lain adalah terkait tingginya harga minyak dimana banyak industri yang menggantungkan pada minyak. "Jadi tidak hanya pemerintah yang tergantung pada harga minyak tapi banyak juga industri. Begitu harga minyak naik ada kekhawatiran produk-produknya semakin mahal karena bahan bakunya yang semakin mahal," ungkapnya.Baik Erry maupun Herwidayatmo menjelaskan bahwa telah terjadi profit taking pada perdagangan kemarin namun pada sesi pertama Jumat ini indeks kembali rebound dan naik 7 poin. "Jadi saya kira ini bukan masalah tim ekonomi tetapi justru masalah eksternal," ujar Herwidayatmo.Herwidayatmo berkeyakinan tim ekonomi SBY akan mendapat sambutan positif dari pasar karena orang-orang duduk dalam tim ekonomi sudah jelas track record-nya.Sementara Erry Firmansyah meminta agar turunnya indeks tidak menjadi justifikasi bahwa tim ekonomi disambut secara negatif. "Menurut saya reaksi pasar bukan karena itu tapi lebih banyak karena kondisi naik yang sudah cukup tinggi dan orang mau profit taking," terangnya.Erry berharap indeks bisa kembali ke level semula meskipun dengan cara yang bertahap. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads