Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.930 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.920 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 27,050 poin (0,57%) ke level 4.804,502 mengikuti penguatan bursa global. Indeks berhasil menanjak kembali ke level 4.800.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks pun langsung meluncur cukup tajam ke zona merah dan mendarat di level 4.733,578. Saham-saham unggulan yang sempat menguat langsung berjatuhan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 37,091 poin (0,78%) ke level 4.740,361 terkena aksi ambil untung setelah pagi tadi sempat menguat. Aksi ambil untung kebanyakan dilakukan oleh investor domestik.
Sektor konsumer menjadi penopang kejatuhn bursa dengan penguatan hampir satu persen. Sembilan dari sepuluh sektor industri di lantai bursa kena koreksi sehingga indeks tak mampu balik arah ke zona hijau.
Menutup perdagangan, Selasa (2/7/2013), IHSG terkoreksi 48,748 poin (1,02%) ke level 4.728,704. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 10,579 poin (1,33%) ke level 784,125.
Aksi ambil untung dilakukan investor asing dan lokal. Sentimen positif dari bursa global semalam belum mampu mendorong kepercayaan diri investor dalam berburu saham.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 154.763 kali pada volume 3,777 miliar lembar saham senilai Rp 4,343 triliun. Sebanyak 85 saham naik, sisanya 181 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan di zona hijau. Hanya bursa saham Hong Kong yang masuk teritori negatif setelah terkena aksi ambil untung yang cukup dalam.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 11,32 poin (0,57%) ke level 2.006,56. Â
- Indeks Hang Seng melemah 144,64 poin (0,70%) ke level 20.658,65. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 246,24 poin (1,78%) ke level 14.098,74. Â
- Indeks Straits Times menguat 29,30 poin (0,93%) ke level 3.170,23. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 3.550 ke Rp 28.050, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 29.950, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 30.750, dan Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 300 ke Rp 5.050.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.700 ke Rp 21.100, Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 22.500, SMART (SMAR) turun Rp 600 ke Rp 8.900, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.000.
(ang/dru)











































