Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 26,122 poin (0,55%) ke level 4.702,654 bersamaan dengan koreksi bursa-bursa di Asia. Pelaku pasar masih menanti katalis positif yang bisa menggerakan IHSG.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual membuat seluruh indeks sektoral terjerembab ke zona merah. Indeks pun meluncur hingga titik terendahnya di level 4.637,004 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham di sektor agrikultur, konsumer dan kostruksi terkena tekanan jual paling tinggi sehingga terkoreksi lebih dari dua persen. Investor asing ikut-ikutan jual saham.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 80.494 kali pada volume 1,697 miliar lembar saham senilai Rp 2,509 triliun. Sebanyak 34 saham naik, sisanya 210 saham turun, dan 62 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak tergeletak di zona merah. Kekhawatiran akan melambatnya ekonomi China yang berujung pada ekonomi dunia membuat pelaku pasar kurang percaya diri berburu saham.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 26,58 poin (1,32%) ke level 1.979,98. Â
- Indeks Hang Seng jatuh 386,27 poin (1,87%) ke level 20.272,38. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 19,35 poin (0,14%) ke level 14.079,39. Â
- Indeks Straits Times melemah 25,77 poin (0,81%) ke level 3.147,55. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.500, Indospring (INDS) naik Rp 75 ke Rp 3.250, Trikomsel (TRIO) naik Rp 50 ke Rp 1.550, dan PGN (PGAS) naik Rp 50 ke Rp 5.750.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 21.000 ke Rp 189.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.950 ke Rp 49.000, Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 29.200, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 750 ke Rp 16.300.
(ang/dru)











































