Bank Century Efektif Beroperasi Mulai 1 Desember
Jumat, 22 Okt 2004 18:59 WIB
Jakarta - PT Bank Century Tbk yang merupakan merger dari Bank CIC Tbk, Bank Danpac Tbk, dan PT Bank Pikko Tbk, akan efektif beroperasi pada 1 Desember 2004. Hal ini setelah para pemegang saham ketiga bank itu menyetujui rencana penggabungan.Saat ini Bank Century yang masuk kategori bank fokus, menargetkan dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun ke depan bisa menjadi bank nasional dengan modal lebih dari Rp 10 triliun. Bank Century sebagai bank merger, memiliki total aset Rp 8,11 trilun, dana pihak ketiga Rp 6,19 triliun, CAR 12,82 persen, NPL 1,7 persen dan LDR 35,03 persen.Dengan resminya merger ketiga bank ini, komposisi pemegang saham Bank Century adalah, Chinkara Capital Limited 31,45 persen, Outlook Invesment PLC 6,15 persen, UOB Kay Hian Pte Ltd 6,15 persen, CFGL SCC 4,86 persen, serta masyarakat yang kepemilikannya di bawah 5 persen sebesar 51,39 persen.Susunan pengurus Bank Century didominasi oleh manajemen Bank CIC. Alasannya bank CIC menjadi bank survising merger ketiga bank tersebut. Sususan pengurus Bank Century adalah, Komisaris Utama Sulaiman Ahmad Basyir, anggota komisaris Muhammad Arif Khan, Poerwanto Kamsjadi, dan Rusli Prakarsa.Sedangkan Direktur Utama (Dirut) Anwary Surjaudaja, Wakil Dirut Hermanus Hasan Muslim, Direktur Edward Mandahar Situmorang, Hamidy, Sriyono, dan Laurence Kusuma.Menurut Hamidy, dalam jangka waktu seminggu ke depan perseroan diharapkan sudah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia (BI), dimana setelah itu perlu waktu dua bulan sampai 1 Desember agar perusahaan menjadi efektif. Hal ini karena ketiga bank tersebut adalah perusahaan publik sehingga harus diproses saham-sahamnya akibat saham bank Pikko dan bank Danpac akan delisting dari bursa.Saat ini, Bank Century akan fokus pada usaha valas dengan produknya bank note, dan trade finance. Dengan kredit difokuskan pada ritel dan konsumen diharapkan dalam 5 -10 tahun ke depan, bank ini sudah bisa menjadi bank nasional.Hamidy juga menjelaskan, bahwa investor asing yakni Klaas Consultan dari Singapura, sudah melakukan injeksi modal US $ 20,6 juta. Saat ini masih ditunggu injeksi modal lainnya Rp 200 miliar, di mana US $ 90 juta sudah masuk ke Bank Century, baik dari investor lokal atau asing.Hamidy mengatakan, jika dari hasil penerbitan waran kecukupan modal sudah terpenuhi, maka perseroan tidak akan melakukan right issue.
(djo/)











































