Masih Konsolidasi, IHSG Bisa Menguat Terbatas

Rekomendasi Saham

Masih Konsolidasi, IHSG Bisa Menguat Terbatas

- detikFinance
Senin, 08 Jul 2013 07:58 WIB
Masih Konsolidasi, IHSG Bisa Menguat Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu naik 20 poin bersamaan dengan penguatan pasar modal regional. Aksi ambil untung menghambat laju IHSG meski tidak sampai jatuh ke zona merah.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (5/7/2013), IHSG ditutup naik 20,874 poin (0,46%) ke level 4.602,807. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 5,951 poin (0,78%) ke level 764,281.

Saham-saham di Wall Street melaju kencang didorong oleh positifnya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) di bulan Juni. Indeks acuan di bursa Paman Sam rata-rata naik lebih dari satu persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham di Wall Street melaju kencang didorong oleh positifnya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) di bulan Juni. Indeks acuan di bursa Paman Sam rata-rata naik lebih dari satu persen.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melompat 147,29 poin (0,98%) ke level 15.135,84. Indeks S&P 500 naik 16,48 poin (1,02%) ke level 1.631,89, sementara Indeks Komposit Nasdaq bertambah 35,71 poin (1,04%) ke level 3.479,38.

Hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi. Ruang untuk penguatan terbatas masih tersedia, tergantung dari sentimen yang akan didapat indeks siang nanti.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 164,18 poin (1,15%) ke level 14.474,15.  
  • Indeks KOSPI naik 4,53 poin (0,25%) ke level 1.837,84.  

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik +20.87 poin (+0.46%) ke 4,602.81 dengan jumlah transaksi sebanyak 5.3 juta lot atau setara dengan Rp3.2 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.56%), sektor basic-industries (+0.42%), sektor construction and property (+0.57%), sektor consumer goods (+1.79%), sektor finance (-0.04%), sektor infrastructure (-0.74%), sektor mining (+0.42%), sektor misc-industries (+2.21%), dan sektor trade (+0.02%).

Tercatat sebanyak 101 saham mengalami penguatan, 129 saham mengalami penurunan, 104 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. UNVR (+3.90%), ASII (+3.05%), KLBF (+4.35%), CPIN (+2.87%), dan TLKM (+0.92%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. PGAS (-3.48%), EXCL (-4.35%), BBCA (-0.52%), MERK (-19.84%), dan UNTR (-1.14%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp228 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. SMGR, BMRI, BBNI, BBCA, dan WIKA. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,945 per Dollar AS.

Secara teknikal penguatan IHSG akhir pekan lalu merupakan konsolidasi dengan volume yang menurun serta indikator RSI yang melandai. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan menguat. Dengan support 4,500 dan resistance 4,700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ADHI, JSMR, WSKT.

First Asia Capital
IHSG akhir pekan kemarin bergerak dalam rentang konsolidasi berhasil menguat terbatas 20,874 poin (0,46%) di 4602,807. Namun investor asing masih melakukan penjualan bersih Rp 262 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya Rp 3,17 triliun. Penguatan ini lebih terimbas pergerakan bursa kawasan Asia yang ditutup di teritori positif menyusul keputusan ECB dan BoE mempertahankan tingkat bunga acuannya masing-masing 0,5%.

Bila dilihat selama sepekan terakhir, IHSG mengalami koreksi 4,5% dengan asing mencatatakan nilai penjualan bersih hingga Rp 2,5 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian di Pasar Reguler pekan lalu mencapai Rp 3,64 triliun turun dari pekan sebelumnya Rp 6,1 triliun. Ini mengindikasikan pelaku pasar lebih banyak menghindari pasar menyusul meningkatnya kekhawatiran peningkatan inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga domestik.

 Sementara indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu berhasil ditutup menguat masing-masing 0,98% dan 1,02% di 15135,84 dan 1631,89 menyusul positifnya data tenaga kerja yang keluar. Sepanjang Juni lalu angka kesempatan kerja naik 195 ribu melampaui ekspektasi sebelumnya 165 ribu. Ini mengindikasikan pemulihan ekonomi AS terus berlanjut. Meskipun ada kekhawatiran membaiknya perekonomian AS bisa membuat The Fed mengurangi stimulusnya namun pasar bersikap rasional dengan merespon positif perbaikan ekonomi di negara adidaya tersebut.

Untuk pekan ini IHSG masih akan begerak konsolidasi. Penguatan terbatas sangat dimungkinkan. Jika IHSG berhasil break 4810 maka terbntuk pola head and shoulder dengan potensi penguatan hingga level 5200. Namun mengingat IHSG msih rentan tekanan jika gagal dan break level 4570 maka berpotensi menguji kembali support di kisaran 4400.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads