Perluas Pabrik Feronikel, Antam Bidik Produksi 18.000 Ton

Perluas Pabrik Feronikel, Antam Bidik Produksi 18.000 Ton

- detikFinance
Senin, 08 Jul 2013 12:25 WIB
Perluas Pabrik Feronikel, Antam Bidik Produksi 18.000 Ton
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memulai persiapan konstruksi Electric Smelting Furnace (ESF) No. 4 (ESF-4) sebagai bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP). Dengan adanya proyek ini, perusahaan plat merah itu membidik produksi 18.000 ton nikel tahun ini.

Seiring dengan akan dimulainya konstruksi ESF No. 4 tersebut, Antam telah melakukan menghentikan kegiatan operasi ESF No. 1 (ESF-1) yang telah beroperasi sejak tahun 1976. Sampai dengan akhir bulan Mei 2013, produksi feronikel Antam mencapai 8.488 ton nikel dalam feronikel atau 47% dari target tahun 2013.

Seperti dikutip dari siaran pers, Senin (8/7/2013), pembangunan ESF-4 akan menggantikan pengoperasian ESF-1 yang merupakan bagian dari pabrik FeNi I di Pomalaa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ESF-1 yang memiliki kapasitas terpasang 18MW dan kapasitas produksi pabrik sebesar 5.500 TNi per tahun akan digantikan oleh ESF-4 yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 38MW dengan kapasitas produksi feronikel sebesar 9.450 TNi per tahun.

Antam akan menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan pada pembangunan ESF-4. Saat ini Antam melakukan proses tender untuk pemilihan kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) lokal yang akan mengerjakan pembangunan ESF-4. Konstruksi ESF-4 diperkirakan memakan waktu selama maksimal 22 bulan.

Selain pembangunan ESF-4, ANTAM juga membangun Ore Preparation Line-4 yang bertujuan untuk menunjang operasi ESF-4. Pembangunan Ore Preparation Line-4 telah dimulai sejak tanggal 1 Mei 2013, yang dikerjakan oleh konsorsium Kawasaki Heavy Industries, Ltd. dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Pembangunan Ore Preparation Line-4 diperkirakan memakan waktu selama 27 bulan.

Dengan pembangunan ESF-4 dan Ore Preparation Line-4, Antam berharap tingkat produksi feronikel dapat meningkat menjadi 25.000-27.000 TNi per tahun dari sebelumnya 18.000-20.000 TNi per tahun dengan asumsi kadar umpan bijih nikel sebesar 1,9%.
(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads