Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 39,752 poin (0,90%) ke level 4.473,862 mengikuti positifnya pasar global dan regional. Posisi indeks yang sudah anjlok kemarin membuat banyaknya saham murah yang siap dikoleksi.
Semua saham-saham yang kemarin terkena koreksi akibat aksi jual kini mulai diincar kembali sehingga mendorong indeks melesat ke posisi tertingginya di 4.482,243.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (9/7/2013), IHSG turun 22,571 poin (0,51%) ke level 4.411,054. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,714 poin (0,10%) ke level 731,943.
Pagi tadi indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat. Siang ini malah mixed dengan rata-rata melemah. Sektor konstruksi jatuh paling dalam dengan koreksi lebih dari tiga persen.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.949 kali pada volume 2,625 miliar lembar saham senilai Rp 2,462 triliun. Sebanyak 54 saham naik, sisanya 203 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih kompak menguat di zona hijau berkat sentimen positif dari pasar global. IHSG menjadi satu-satunya indeks yang melemah di bursa regional.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 5,00 poin (0,26%) ke level 1.963,27. Â
- Indeks Hang Seng menguat 63,53 poin (0,31%) ke level 20.645,72. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 301,37 poin (2,14%) ke level 14.410,71. Â
- Indeks Straits Times bertambah 21,28 poin (0,67%) ke level 3.176,75. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Fast Food (FAST) naik Rp 350 ke Rp 13.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 16.250, Telkom (TLKM) naik Rp 250 ke Rp 11.150, dan Permata Prima (TKGA) naik Rp 240 ke Rp 1.640.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.000 ke Rp 80.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 26.350, dan Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 13.900.
(ang/dru)











































