Atas kenaikan itu, seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/7/2013), saham maskapai penerbangan murah itu berada di level 1,27 ringgit. Perusahaan yang bermarkas di Malaysia ini meraup dana US$ 308,6 juta (Rp 3 triliun).
Dana yang diraup dari aksi korporasi ini akan digunakan AirAsia X untuk menambah armada Airbus yang saat ini baru 10 pesawat. Sisa dananya akan digunakan untuk lunasi utang bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AirAsia X sedang mengkaji pembukaan rute ke Australia, Jepang, dan China. Maskapai yang mulai beroperasi sejak 2007 itu sudah meraup omzet 33,8 juta ringgit (Rp 100 miliar) di akhir 2012 lalu.
(ang/dnl)










































