Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.965 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.980 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 18,875 poin (0,43%) ke level 4.422,675 di perdagangan perdana bulan puasa tahun ini. Posisi indeks yang sudah jenuh jual dimanfaatkan investor untuk aksi beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 56,201 poin (1,28%) ke level 4.460,001 bersama bursa-bursa regional lainnya. Indeks berhasil menepis sentimen dipangkasnya prediksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF.
Aksi beli selektif membuat hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa menghijau. Sayangnya saham-saham komoditas terkena aksi ambil untung dan harus jatuh ke zona merah.
Menutup perdagangan, Rabu (10/7/2013), IHSG melonjak 74,844 poin (1,70%) ke level 4.478,644. Sementara Indeks LQ45 menanjak 16,792 poin (2,31%) ke level 745,005.
Investor lokal makin getol berburu saham setelah melihat posisi indeks yang sudah cukup rendah. Investor asing masih setia jual saham.
Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 558,45 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 167.240 kali pada volume 4,877 miliar lembar saham senilai Rp 5,883 triliun. Sebanyak 180 saham naik, sisanya 76 saham turun, dan 93 saham stagnan.
Sore ini bursa di Asia bergerak mixed cenderung menguat setelah pagi tadi kompak bergerak di zona hijau. Bursa saham Jepang terkena aksi ambil untung dan jatuh ke teritori negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 42,67 poin (2,17%) ke level 2.008,13. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 221,55 poin (1,07%) ke level 20.904,56. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 56,30 poin (0,39%) ke level 14.416,60. Â
- Indeks Straits Times naik 9,57 poin (0,30%) ke level 3.188,20. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.550 ke Rp 29.400, Mayora (MYOR) naik Rp 1.100 ke Rp 29.600, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 950 ke Rp 27.950, dan Indocement (INTP) naik Rp 950 ke Rp 21.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Permata Prima (TKGA) turun Rp 400 ke Rp 1.240, Golden Energy (GEMS) turun Rp 350 ke Rp 2.000, Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 10.800, dan Pembangunan Jaya (PJAA) turun Rp 100 ke Rp 1.230.
(ang/dru)











































