Wall Street Cetak Rekor, IHSG Siap Menguat

Rekomendasi Saham

Wall Street Cetak Rekor, IHSG Siap Menguat

- detikFinance
Jumat, 12 Jul 2013 08:13 WIB
Wall Street Cetak Rekor, IHSG Siap Menguat
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil menanjak kembali ke level 4.600 setelah melompat 125 poin. Penguatan saham-saham bank kelas berat punya peran besar dalam lonjakan indeks kali ini.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (11/7/2013), IHSG melonjak 124,578 poin (2,80%) ke level 4.604,222. Sementara Indeks LQ45 melompat 26,444 poin (3,55%) ke level 771,449

Indeks S&P 500 dan Dow Jones di bursa saham Wall Street mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Dua indeks tersebut melonjak setelah The Federal Reseve berencana mempertahankan kebijakan stimulusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 169,26 poin (1,11%) ke level 15.460,92. Indeks S&P 500 bertambah 22,4 poin (1,36%) ke level 1.675,02 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 57,55 poin (1,63%) ke level 3.578,3.

Hari ini IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan terutama setelah mendapat kabar positif dari pasar global. Namun investor harus tetap waspada dengan aksi profit taking yang dilakukan pemain asing.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 29,21 poin (0,20%) ke level 14.501,79. Β 
  • Indeks KOSPI turun 8,47 poin (0,45%) ke level 1.869,13. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup menguat tajam didorong oleh sentiment positif dari AS, dimana The Fed menyatakan walau kemungkinan besar stimulus akan mulai diperlambat pada tahun ini tetapi the Fed masih akan menunggu perkembangan yang lebih positif dari data tenaga kerja sebelum mengurangi stimulus. Tetapi setelah rilis FOMC, Bernanke mengatakan kebijakan monetari masih dibutuhkan pada saat ini. Data ekspor China Juni menunjukan penurunan sebesar 3,1%, lebih buruk dari konsensus yang memperkirakan pertumbuhan 3,7%. Data yang buruk ini menimbulkan spekulasi akan adanya kebijakan stimulus utk mendorong ekspor China. Dari dalam negeri, langkah BI menaikkan BI Rate sebesar 50 bps tampaknya juga sudah tercermin pada anjloknya indeks beberapa waktu yang lalu. Disisi lain, tekanan kami lihat mulai muncul pada saham sektor property seiring dengan kebijakan baru BI terkait KPR untuk rumah kedua dan ketiga. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dibayangi aksi ambil untung atas kenaikan tinggi yang terjadi di pasar beberapa hari terakhir. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.550-4.630.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +125.58 poin (+2.80%) ke 4,604.22 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.5 juta lot atau setara dengan Rp7.3 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+2.69%), sektor basic-industries (+2.72%), sektor construction and property (+1.83%), sektor consumer goods (+4.24%), sektor finance (+4.40%), sektor infrastructure (+2.35%), sektor mining (+0.48%), sektor misc-industries (+1.18%), dan sektor trade (+1.45%).

Tercatat sebanyak 200 saham mengalami penguatan, 67 saham mengalami penurunan, 73 saham tidak mengalami perubahan dan 138 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BMRI (+9.68%), UNVR (+7.65%), BBCA (+3.70%), BBRI (+4.14%), dan TLKM (+3.10%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BORN (-14.29%), ADRO (-2.78%), BNII (-2.94%), UNTR (-0.90%), dan HERO (-2.86%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp172 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBNI, PGAS, TLKM, dan WIKA. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,973 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin didukung dengan kenaikan volume. Indikator MACD menghasilkan sinyal golden cross dan didukung sinyal bullish pada indikator stochastic mengindikasikan hari ini IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatannya. Dengan support 4,500 dan resistance 4,700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BMRI, INTP, LPCK.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads