Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 23,796 poin (0,52%) ke level 4.628,018. Indeks mampu lanjutkan penguatan kemarin dibantu dorongan dari positifnya pasar global.
Setelah naik ke posisi tertingginya di 4.679,531 indeks langsung jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung. Wajar saja indeks sudah naik cukup tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam sektor industri melemah, sementara empat sisanya masih bisa menguat. Saham-saham unggulan di sektor konsumer dan agrikultur terkena koreksi cukup dalam.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 97.471 kali pada volume 2,626 miliar lembar saham senilai Rp 3,4 triliun. Sebanyak 102 saham naik, sisanya 121 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mixed dengan kecenderungan melemah hingga siang hari ini. Bursa saham Jepang berhasil naik setelah nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,24 poin (0,45%) ke level 2.063,76. Β
- Indeks Hang Seng melemah 66,61 poin (0,31%) ke level 21.370,88. Β
- Indeks Nikkei 225 naik 55,64 poin (0,38%) ke level 14.528,22. Β
- Indeks Straits Times berkurang 9,63 poin (0,30%) ke level 3.239,29. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 18.500 ke Rp 170.000, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.250 ke Rp 19.250, Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 12.050, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 300 ke Rp 7.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 3.200 ke Rp 24.800, Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 30.850, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 700 ke Rp 7.500, dan Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 500 ke Rp 14.000.
(ang/dnl)











































