Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/7/2013), IHSG naik 28,886 poin (0,63%) ke level 4.633,108. Sementara Indeks LQ45 menguat 6,210 poin (0,80%) ke level 777,659.
Saham-saham di bursa Wall Street AS naik tinggi dalam perdagangan akhir pekan lalu. Indeks-indeks saham di Wall Street terbantu oleh kuatnya kinerja emiten sektor perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini diperkirakan penguatan IHSG mulai terbatas setelah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu. Aksi beli selektif bisa menahan indeks di zona hijau.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Straits Times turun 12,86 poin (0,40%) ke level 3.236,06. Β
- Indeks KOSPI melemah 21,02 poin (1,12%) ke level 1.848,96. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup menguat ditengah perdagangan yang sangat volatile. Kenaikan indeks menyusul komentar Ben Bernanke yang mendukung keberlangsungan stimulus untuk saat ini. Data klaim tunjangan pengangguran pekan lalu naik tertinggi dalam dua bulan terakhir. Meski begitu hal tersebut merupakan siklus yg wajar setiap Juli karena pabrik otomotif di AS tutup utk melakukan perbaikan tahunan. Kenaikan BI rate Kamis pekan lalu disambut positif oleh pasar karena dinilai merupakan tindakan yg tepat untuk meredam fluktuasi rupiah dan IHSG. Tetapi di satu sisi BI juga menambah aturan LTV untuk pembelian rumah kedua dan ketiga sehingga diperkirakan akan berdampak utk emiten properti secara umum. Mengawali pekan ini kami perkirakan IHSG akan bergerak volatile ditengah ancaman aksi ambil untung. Sinyal dari pejabat pemerintah China bahwa mereka mentolelir pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, bisa menjadi katalis negatif bagi bursa regional. Kisaran support-resistance hari ini 4.605-4.688.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik +28.89 poin (+0.63%) ke 4,633.11 dengan jumlah transaksi sebanyak 12.1 juta lot atau setara dengan Rp6.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.79%), sektor basic-industries (+0.87%), sektor construction and property (-0.66%), sektor consumer goods (-0.28%), sektor finance (+1.00%), sektor infrastructure (+1.04%), sektor mining (+1.27%), sektor misc-industries (+0.21%), dan sektor trade (+1.36%).
Tercatat sebanyak 128 saham mengalami penguatan, 104 saham mengalami penurunan, 116 saham tidak mengalami perubahan dan 139 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBRI (+3.97%), BBCA (+3.06%), TLKM (+1.72%), MNCN (+8.47%), dan TSPC (+11.72%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-2.94%), UNVR (-2.05%), EMTK (-6.40%), PTBA (-5.60%), dan INVS (-6.35%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp365 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, TLKM, BBNI, MNCN, dan ASRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,991 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu disertai dengan peningkatan volume. Indikator Stochastic menghasilkan sinyal bullish dan masih berada pada area netral mengindikasikan hari ini IHSG masih berpotensi untuk naik. Dengan support 4,550 dan resistance 4,750. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBRI, TINS, TLKM.
(ang/ang)











































