Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 9,693 poin (0,21%) ke level 4.626,459. Indeks LQ45 turun 3,256 poin (0,42%) ke level 774,588.
Setelah indeks sampai di posisi terendahnya hari ini di 4.621,463 aksi beli mulai muncul. Secara perlahan indeks balik arah ke teritori positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Positifnya indeks berkat aksi beli di saham-saham lapis dua. Sedangkan saham-saham unggulan masih terkena tekanan jual, seperti di sektor komoditas dan konsumer.
Aksi beli ini mendorong indeks sampai posisi tertingginya hari ini di level 4.663,841. Meski menguat, indeks masih bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 85.709 kali pada volume 2,426 miliar lembar saham senilai Rp 2,731 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih bergerak mixed cenderung melemah hingga siang hari ini. Melambatnya pertumbuhan ekonomi China membuat pelaku pasar berhati-hati.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 13,99 poin (0,68%) ke level 2.045,40. Â
- Indeks Hang Seng menipis 18,70 poin (0,09%) ke level 21.284,61. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 74,97 poin (0,52%) ke level 14.581,22. Â
- Indeks Straits Times melemah 10,59 poin (0,33%) ke level 3.226,23. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Hexindo (HEXA) naik Rp 300 ke Rp 5.400, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 250 ke Rp 7.350, Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 250 ke Rp 3.525, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 ke Rp 6.850.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 900 ke Rp 7.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 45.000, Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 500 ke Rp 4.500, dan Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 22.150.
(ang/dru)











































