IHSG Tertekan Sentimen Pasar Global

Rekomendasi Saham

IHSG Tertekan Sentimen Pasar Global

- detikFinance
Rabu, 17 Jul 2013 08:25 WIB
IHSG Tertekan Sentimen Pasar Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat 8 poin setelah bergerak fluktuatif. Aksi beli selektif investor lokal pertahankan indeks di zona hijau.

Menutup perdagangan, Selasa (16/7/2013), IHSG menguat 8,310 poin (0,18%) ke level 4.644,039. Sementara Indeks LQ45 naik 0,634 poin (0,08%) ke level 778,537.

Indeks S&P 500 mengakhiri reli 8 hari gara-gara pelemahan saham Coca-Cola. Investor di Wall Street juga semakin berhati-hati jelang pengumuman The Federal Reserve.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 32,41 poin (0,21%) ke level 15.451,85. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 6,24 poin (0,37%) ke level 1.676,26. Indeks Komposit Nasdaq turun 8,99 poin (0,25%) ke level 3.598,50.

Hari ini IHSG diperkirakan akan jatuh ke zona merah mengingat banyaknya sentimen negatif yang beredar di pasar global dan regional. Aksi ambil untung bisa ramai terjadi.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 91,21 poin (0,62%) ke level 14.507,91. Β 
  • Indeks KOSPI turun 7,45 poin (0,40%) ke level 1.858,91. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +8.31 poin (+0.18%) ke 4,644.04 dengan jumlah transaksi sebanyak 16.4 juta lot atau setara dengan Rp5.3 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.09%), sektor basic-industries (-0.68%), sektor construction and property (+2.59%), sektor consumer goods (-0.32%), sektor finance (+0.31%), sektor infrastructure (-1.43%), sektor mining (-1.08%), sektor misc-industries (+2.75%), dan sektor trade (+0.84%).

Tercatat sebanyak 128 saham mengalami penguatan, 120 saham mengalami penurunan, 108 saham tidak mengalami perubahan dan 131 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. ASII (+3.01%), BMRI (+3.05%), BMTR (+12.94%), LPKR (+5.93%), dan BBRI (+0.64%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TLKM (-2.95%), INTP (-3.10%), BBCA (-0.98%), UNTR (-2.33%), dan KLBF (-1.36%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp69 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. LPKR, BMTR, BMRI, MNCN, dan ASII. Mata uang Rupiah terdepresiasi 10,103 per dolar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin disertai dengan peningkatan volume yang cukup signifikan dan masih merupakan konsolidasi di area resistance. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed. Dengan support 4,550 dan resistance 4,750. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ASRI, BMRI, MEDC.

Trust Securities
Laju IHSG mulai menunjukkan sisi positifnya di tengah hambatan profit taking. Positifnya laju bursa saham Eropa dan AS berimbas baik pada laju bursa saham Asia, termasuk IHSG. Meski bursa saham China sempat melemah namun, pelaku pasar tetap aktif masuk ke pasar sehingga mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya. Beruntungnya IHSG ketika akhirnya bursa saham China kembali positif, begitupun dengan Nikkei yang juga berakhir positif seiring dengan ekspektasi meningkatnya kinerja keuangan. Ekspektasi akan meningkatnya kinerja keuangan emiten dalam negeri turut mempengaruhi minat investor meskipun terlihat asing masih jualan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4663,85 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4621,46 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4644,04. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Rabu (17/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4615-4635 dan resistance 4663-4675. Berpola menyerupai shooting star pada middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih naik tipis di atas area oversold. IHSG sempat berada di atas target resisten 1 kami (4655) namun, gagal melampaui target resisten 2 (4664) yang menandakan masih adanya tekanan jual. Laju IHSG kemungkinan masih cenderung sideways dan berpeluang melemah jika tidak didukung sentimen yang ada. Oleh karena itu, diharapkan tekanan jual yang ada tidak membuat IHSG terhambat untuk melanjutkan kenaikannya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads