Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 11,789 poin (0,25%) ke level 4.655,465 di tengah koreksi yang terjadi di bursa-bursa regional. Aksi beli selektif pertahankan IHSG di zona hijau.
Meski banyak sentimen negatif yang beredar, IHSG tetap bertahan di zona hijau. Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya hari ini di level 4.679,440.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham lapis dua jadi incaran aksi beli investor. Delapan dari sepuluh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, hanya sektor infrastruktur dan agrikultur yang melemah.
Investor domestik semangat beli saham di tengah banyaknya sentimen negatif yang beredar. Situasi ekonomi global yang belum kondusif tidak jadi halangan investor berburu saham.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.660 kali pada volume 2,674 miliar lembar saham senilai Rp 2,955 triliun. Sebanyak 155 saham naik, sisanya 64 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional siang ini bergerak mixed cenderung melemah, hanya bursa saham Hong Kong yang bisa menguat. Melemahnya Wall Street semalam membuat pelaku pasar regional belum semangat beli saham.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 7,32 poin (0,35%) ke level 2.058,40. Â
- Indeks Hang Seng naik 43,52 poin (0,20%) ke level 21.355,90. Â
- Indeks Nikkei 225 menipis 17,67 poin (0,12%) ke level 14.581,45. Â
- Indeks Straits Times melemah 9,22 poin (0,29%) ke level 3.215,74. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 46.450, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 22.550, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 12.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 450 ke Rp 7.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 11.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 16.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 16.600, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 11.350.
(ang/dru)











































