Membuka perdagangan, IHSG naik tipis 5,377 poin (0,11%) ke level 4.674,378 karena sudah mendapat sentimen positif dari pasar global. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi.
Aksi ambil untung sempat membuat indeks jatuh ke zona merah. Namun, indeks tak diam lama di teritori negatif dan bisa naik hingga ke level tertingginya hari ini di 4.715,075.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham konsumer dan agrikultur memimpin penguatan setelah jadi incaran investor. Dua sektor masih melemah terkena aksi ambil untung, yaitu sektor aneka industri dan industri dasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.708 kali pada volume 1,95 miliar lembar saham senilai Rp 2,652 triliun. Sebanyak 145 saham naik, sisanya 77 saham turun, dan 101 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga siang hari ini. Kekhawatiran melambatnya ekonomi China membuat pelaku pasar regional berhati-hati dalam transaksi.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 10,61 poin (0,52%) ke level 2.034,32. Â
- Indeks Hang Seng menipis 2,46 poin (0,01%) ke level 21.369,41. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 173,11 poin (1,18%) ke level 14.788,15. Â
- Indeks Straits Times naik 14,59 poin (0,45%) ke level 3.222,92. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 3.500 ke Rp 23.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.950 ke Rp 32.100, Unilever (UNVR) naik Rp 1.250 ke Rp 34.150, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 27.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 200 ke Rp 5.200, Erajaya (ERAA) turun Rp 175 ke Rp 2.225, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 14.900, dan Indofood (INDF) turun Rp 150 ke Rp 7.100.
(ang/dru)











































