Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 9,000 poin (0,19%) ke level 4.711,435 terkena aksi ambil untung. Untungnya indeks masih bisa bertahan di level 4.700-an.
Saham-saham komoditas berusaha menahan indeks di zona hijau namun tidak berdaya karena aksi ambil untung yang terjadi sejak pembukaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (18/7/2013), IHSG naik 11,888 poin (0,25%) ke level 4.732,323. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,288 poin (0,16%) ke level 793,423.
Enam sektor berhasil menguat, dipimpin sektor infrastruktur. Koreksi saham-saham di sektor industri dasar dan finansial jadi pemberat pergerakan bursa.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 79.664 kali pada volume 2,017 miliar lembar saham senilai Rp 2,264 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 104 saham stagnan.
Sentimen positif Wall Street yang mencetak rekor semalam tidak direspons dengan baik oleh bursa-bursa di Asia yang hingga siang ini masih bergerak mixed.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 4,31 poin (0,21%) ke level 2.027,71. Â
- Indeks Hang Seng menguat 32,17 poin (0,15%) ke level 21.377,39. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 216,44 poin (1,46%) ke level 14.592,06. Â
- Indeks Straits Times turun 4,77 poin (0,15%) ke level 3.213,43. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Fast Food (FAST) naik Rp 675 ke Rp 3.425, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 17.000, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 34.250, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 8.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Danayasa (SCBD) turun Rp 725 ke Rp 2.775, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 22.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 46.800, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 26.300.
(ang/dru)











































