Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 10.070 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.055 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 9,000 poin (0,19%) ke level 4.711,435 terkena aksi ambil untung. Untungnya indeks masih bisa bertahan di level 4.700-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, secara perlahan aksi beli mulai muncul dan membuat indeks balik arah ke zona hijau sampai ke posisi tertingginya di 4.740,058.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 11,888 poin (0,25%) ke level 4.732,323 berkat aksi beli selektif investor lokal setelah pagi tadi sempat melemah. Saham-saham komoditas naik cukup tinggi hingga siang hari ini.
Indeks bergerak fluktuatif memasuki perdagangan sesi sore. Sebelum penutupan, indeks sempat kembali jatuh ke zona merah dengan koreksi yang dangkal.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (18/7/2013), IHSG ditutup naik tipis 3,976 poin (0,08%) ke level 4.724,411. Sementara Indeks LQ45 ditutup menipis 0,221 poin (0,03%) ke level 791,914.
Tidak banyak transaksi yang dilakukan di sesi sore, investor melakukan aksi tunggu karena sentimen yang mixed. Aksi beli jelang penutupan berhasil memberi indeks poin yang tipis.
Saham-saham lapis dua yang jadi incaran beli, sementara saham-saham unggulan terkena aksi ambil untung, terutama saham-saham bank.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 133.359 kali pada volume 3,655 miliar lembar saham senilai Rp 4,403 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 88 saham turun, dan 104 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia berakhir di zona merah sore hari ini. Aksi jual deras melanda meski banyak sentimen positif yang beredar.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 30,75 poin (1,52%) ke level 1.992,65. Â
- Indeks Hang Seng naik tipis 17,20 poin (0,08%) ke level 21.362,42. Â
- Indeks Nikkei 225 jatuh 218,59 poin (1,48%) ke level 14.589,91. Â
- Indeks Straits Times turun 9,05 poin (0,28%) ke level 3.209,15. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 750 ke Rp 9.250, Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 34.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 700 ke Rp 83.700, dan Fast Food (FAST) naik Rp 650 ke Rp 3.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Danayasa (SCBD) turun Rp 700 ke Rp 2.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 26.200, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 22.200, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 46.900.
(ang/dru)











































