Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 10.165 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan di Rp 10.070 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 11,057 poin (0,23%) ke level 4.735,925 lanjutkan penguatan membuka awal pekan. Posisi indeks sudah makin mendekati area jenuh beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 26,967 poin (0,57%) ke level 4.697,444 akibat aksi ambil untung di tengah perdagangan yang sepi.
Indeks tak berdaya di zona merah sepanjang perdagangan sesi sore. Aksi jual makin ramai terjadi, dilakukan oleh investor domestik dan asing.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (22/7/2013), IHSG berkurang 45,428 poin (0,96%) ke level 4.678,983. Sementara Indeks LQ45 anjlok 13,205 poin (1,67%) ke level 778,709.
Saham-saham unggulan terkena koreksi sangat dalam akibat aksi ambil untung. Perdagangan berjalan sepi dengan didominasi aksi jual.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah. Pelemahan paling dalam diderita sektor industri dasar. Aksi jual didominasi investor asing.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.655 kali pada volume 3,075 miliar lembar saham senilai Rp 3,806 triliun. Sebanyak 93 saham naik, sisanya 147 saham turun, dan 108 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Penguatan tertinggi hari ini dipegang oleh bursa saham China.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 12,11 poin (0,61%) ke level 2.004,76.
- Indeks Hang Seng menguat 54,08 poin (0,25%) ke level 21.416,50. Â
- Indeks Nikkei 225 bertambah 68,13 poin (0,47%) ke level 14.658,04. Â
- Indeks Straits Times menanjak 20,25 poin (0,63%) ke level 3.233,51. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 33.500, Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 12.800, Golden Energy (GEMS) naik Rp 325 ke Rp 2.325, dan ABM Investama (ABMM) naik Rp 250 ke Rp 2.875.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.600 ke Rp 33.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 850 ke Rp 16.250, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 21.700, dan J Resources (PSAB) turun Rp 425 ke Rp 2.575.
(ang/dru)











































