Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, jika pemerintah terus melakukan swap (pertukaran) antara rupiah dengan dolar, maka kurs dolar akan seimbang paling tidak di angka Rp 9.800-Rp 10.000.
"Kalau pemerintah dan Bank Indonesia tiap minggu swap dolar bisa seimbang, mungkin bisa Rp 9.800-Rp 10.000," kata Sofjan di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (22/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi Rp 9.500 udah nggak mungkin. Harga barang ekspor kita sedang menurun, komoditas komoditas ini, impor tetap tinggi, bukan karena mau lebaran, tapi bahan baku penolong tinggi," katanya.
Sofjan mencatat, dolar bisa saja menembus angka Rp 9.500 dengan cara perbaikan dari sisi ekspor. Namun Sofjan meragukan hal itu. "Bisa Rp 9.500 kalau ekspor pulih, tapi saya nggak percaya lagi harga komoditas kita naik lagi," tegas Sofjan.
Lebih lanjut Sofjan mengatakan, cara lain untuk memperkuat nilai tukar rupiah ialah dengan mewajibkan transaksi memakai rupiah. Saat ini, masih banyak transaksi perdagangan yang menggunakan dolar AS, yang menjadi pemicu menguatnya dolar AS terhadap rupiah.
"Di Tanjung Priok banyak pakai dolar AS. Kita ingin transaksi pakai rupiah. Ini bisa menolong dari pemakaian dolar," katanya.
Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat pun mengamini hal tersebut. Pemerintah akan membuat semacam peraturan untuk mewajibkan semua transaksi perdagangan memakai rupiah.
"Kalau aturannya sudah dibuat jelas, dan semua komitmen menjalankan, berarti harus ada sanksi. Ini istilahnya mengembalikan kedaulatan rupiah," katanya.
(zul/dnl)











































