Menutup perdagangan sesi I, Rabu (24/7/2013), IHSG anjlok 49,056 poin (1,03%) ke level 4.718,103. Sementara Indeks LQ45 jatuh 9,558 poin (1,20%) ke level 789,351.
Wall Street terbebani koreksi saham-saham komoditas sehingga jatuh ke zona merah. Penguatan saham teknologi belum mampu dorong bursa Paman Sam ke arah positiif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen negatif dari Wall Street itu diperkirakan akan menjalar sampai ke perdagangan saham dalam negeri hari ini. Bursa regional yang melemah juga diperkirakan bisa menekan IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 49,62 poin (0,34%) ke level 14.681,66. Β
- Indeks KOSPI turun 2,59 poin (0,14%) ke level 1.909,49. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -49.06 poin (-1.03%) ke 4,718.10 dengan jumlah transaksi sebanyak 6.8 juta lot atau setara dengan Rp4.6 triliun."
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.36%), sektor basic-industries (-0.71%), sektor construction and property (-1.78%), sektor consumer goods (-2.15%), sektor finance (-0.95%), sektor infrastructure (-1.46%), sektor mining (-1.90%), sektor misc-industries (-2.06%), dan sektor trade (-1.20%)."
Tercatat sebanyak 73 saham mengalami penguatan, 193 saham mengalami penurunan, 82 saham tidak mengalami perubahan dan 139 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBCA (+0.97%), SMGR (+1.66%), TBIG (+3.74%), AKRA (+3.70%), dan ACES (+4.17%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-1.49%), TLKM (-1.67%), PGAS (-2.59%), INDF (-5.63%), dan KLBF (-4.05%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp70 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. TLKM, SMGR, LPKR, AKRA, dan BMRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 10,263 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin berhasil breakdown MA 240. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan melemah terbatas, hal ini terlihat dari indikator MACD dan MA yang masih menghasilkan sinyal bearish namun dengan volume yang menurun. Dengan support 4,450 dan resistance 4,600. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: CTRS, ICBP, JSMR.
Trust Securities
Sempat bergerak positif dan diharapkan dapat melanjutkan penguatannya namun, tampaknya IHSG tak kuasa menahan aksi jual dari para pelaku pasar, terutama lokal. Asing yang tercatat nett buy tipis juga tidak mampu menjaga IHSG untuk bertahan di zona hijaunya. Variatifnya bursa saham Asia setelah merespon rilis data di China membuat mood pelaku pasar kembali berubah. Selain itu, pelaku pasar pun akhirnya menyadari bahwa laju Rupiah makin terperosok kian dalam sehingga menimbulkan ekspektasi bahwa BI akan menaikkan kembali BI rate dan akan mengganggu kinerja dari emiten yang memiliki eksposur biaya dalam US$. Begitu pun dengan adanya berita kenaikan suku bunga untuk kartu kredit menambah sentimen negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4779,34 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4677,89 (level terendahnya) jelang pre closing dan berakhir di level 4718,10. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (25/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4658-4686 dan resistance 4748-4789. Berpola menyerupai dark cloud di atas middle bollinger bands (MBB). MACD naik terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terbatas kenaikannya di area overbought. Setelah sempat berada pada rentang resisten kami (4775-4788) namun, gagal bertahan dan memilih untuk mendekam di kisaran support kami (4686-4725) yang memperlihatkan mulai adanya tekanan jual. Meski pola yang terbentuk mengindikasikan adanya potensi pelemahan namun, diharapkan rilis data-data di Eropa mampu memberikan angin positif yang dapat berimbas pada reboundnnya IHSG.
(ang/ang)











































