Mengawali perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis 0,388 poin (0,01%) ke level 4.718,491 meski banyak sentimen negatif yang beredar pagi ini. Namun tak lama indeks pun ikut jatuh ke zona merah.
Pasalnya, aksi ambil untung langsung ramai terjadi tak lama setelah pembukaan perdagangan. Indeks pun sempat jatuh cukup dalam sampai posisi terendahnya di 4.665,882.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya satu sektor berhasil menguat, yaitu sektor aneka industri. Sembilan sektor lainnya terjebak di teritori negatif, dipimpin oleh sektor konsumer.
Aksi jual marak dilakukan investor domestik, sementara investor asing memilih untuk wait and see. Melemahnya Wall Street semalam jadi sentimen negatif ke pasar modal.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 64.176 kali pada volume 1,732 miliar lembar saham senilai Rp 2,081 triliun. Sebanyak 69 saham naik, sisanya 158 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa regional siang ini kompak bergerak di zona merah. Aksi ambil untung yang marak terjadi membuat seluruhnya tak berdaya.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 2,01 poin (0,10%) ke level 2.031,32. Â
- Indeks Hang Seng turun 68,51 poin (0,31%) ke level 21.900,42. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 166,86 poin (1,13%) ke level 14.564,42. Â
- Indeks Straits Times melemah 27,52 poin (0,84%) ke level 3.247,24. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 1.000 ke Rp 23.000, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 12.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 4.500, dan Saratoga (SRTG) naik Rp 175 ke Rp 4.925.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.050 ke Rp 32.950, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 44.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 83.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 25.800.
(ang/dru)











































