Cerita Tutut Tentang TPI, TMII, dan Ibu Tien Soeharto

Cerita Tutut Tentang TPI, TMII, dan Ibu Tien Soeharto

- detikFinance
Kamis, 25 Jul 2013 12:49 WIB
Cerita Tutut Tentang TPI, TMII, dan Ibu Tien Soeharto
Jakarta - Perjuangan Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) ternyata tidak semata-mata hanya meraih kembali PT Cipta Televisi Indonesia (TPI).

Selain mengambil alih televisi yang sekarang bernama MNC TV, Tutut juga mengincar aset TPI yang berupa tanah seluas 32 hektar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Apa alasannya?

"Di dalam TPI ini ada aset juga yang dimilik di TMII yaitu tanah. Semoga saja tidak dihilangkan oleh Harry Tanoe," ungkap Kuasa Hukum Tutut, Harry Ponto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (25/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harry bercerita, dalam sengketa kasusnya dengan Hary Tanoesodibjo selaku pemilik MNC Group, Tutut selalu konsisten dengan perjanjian dahulu kala. Ada klausul di mana memang Tutut memiliki utang.

"Ibu Tutut tidak pernah menyangkal memiliki utang karena ketika itu TPI membutuhkan bantuan dana. Tetapi tidak juga berarti Ibu Tutut harus memberikan seluruh sahamnya kepada Harry Tanoe termasuk aset-aset lainnya," ungkap Hary.

Usut punya usut, sumber detikFinance membisikkan juga bahwa TPI ternyata merupakan salah satu 'barang kesayangan' dan sangat berarti untuk putri sulung mantan presiden Soeharto itu.

"TPI merupakan hadiah yang diberikan kepada Ibu Tutut sewaktu dirinya Ulang Tahun. Dia diberikan hadiah oleh Ibunya yakni Siti Suhartinah (Ibu Tien Soeharto) 23 tahun yang lalu," ujar sumber itu beberapa waktu lalu.

Harry Ponto sendiri tak membantah hal itu. Ia justru bercerita, Tutut berupaya terus untuk memperjuangkan TPI sampai di saat perusahaan televisi tersebut mempunyai banyak utang.

"Sewaktu TPI terlilit utang, Ibu Tutut terus berjuang untuk mencari investor untuk membantunya, bukan dijual," katanya.

Ibu Tutut, sambung Harry, sangat mencintai seluruh karyawan dan keluarga besar TPI. Maka saat ini, dirinya merasa dirampas kepemilikannya secara sepihak oleh Hary Tanoe.

Selain merupakan hadiah, sumber tersebut menjelaskan bahwa tanah dimana TPI dibangun merupakan sebuah titipan dari Ibu Tien.

"Jadi dari awal, TPI dibangun diatas tanah yang merupakan salah satu tanah kesayangan Ibu Tien yang dititipkan kepada Mbak Tutut," jelasnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, Ibu Tutut merasa harus bertanggung jawab atas amanat yang dititipkan oleh orang tuanya.

Tanah seluas 32 hektar yang juga terdapat lokasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memang merupakan peninggalan keluarga Cendana.

"Ibu Tutut berupaya keras agar tanah tersebut tetap di bawah kepemilikannya sebagai salah satu penerus keluarganya," ungkapnya.
(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads