Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini sedang mencari keseimbangan (ekuilibrium) baru. Perkasanya dolar AS juga terjadi terhadap mata uang lainnya di kawasan Asia.
"Jadi kita melihat itu sebagai sesuatu yang normal. Kita lihat sudah terjadi transaksi jual beli di pasar yang juga memcerminkan itu adalah nilai tukar yang disepakati oleh calon pembeli dan penjual. Kalau memang nilai tukarnya (dolar) lebih lemah daripada Rp 10.000, hal itu juga kita alami di tahun-tahun yang lalu. Tahun 2001, 2005, 2008," tutur Agus Marto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun faktor internal, kita perhatikan juga. Faktor intenal yang sangat kita perhatikan inflasi. Infalsi, baik itu transaksi berjalan, harus dilihat," ujar Agus Marto.
Mantan Menteri Keuangan ini meminta masyarakat tenang dengan kondisi dolar AS yang menembus Rp 10 ribu saat ini. "Bank Indonesia akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar. Nanti seandainya masalah bulan Juli sudah terlewati, ke depan kita berharap kondisi menjadi lebih baik lagi," ujar Agus Marto.
(dnl/dru)











































