“Bunganya sekitar 10,5% tapi masih floating mengikuti pasar,” kata Chief of Corporate Banking Officer Pandji Djajanegara saat acara Penandatanganan Pinjaman Kredit dari CIMB Niaga, di Gedung Energi, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
Pinjaman ini, kata dia, akan digunakan perseroan untuk menambah jumlah armada yang nilainya mencapai Rp 170 miliar dan melunasi utang perseroan sebesar Rp 80 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan, fasilitas pinjaman ini juga akan digunakan perseroan untuk menambal kekurangan belanja modal tahun ini yang dianggarkan sebesar Rp 300-400 miliar. Hal ini seiring dengan minimnya pelepasan jumlah saham saat IPO lalu yang hanya sebesar 10% dari yang ditargetkan sebesar 40%. Alhasil, perseroan hanya mengantongi dana sebesar Rp 68 miliar.
Saat ini, perseroan baru akan menambah sebanyak 650 unit meliputi 350 untuk penambahan taksi dan 300 untuk travel dan shuttle. Penambahan 650 armada ini menjadi bagian dari target perseroan untuk bisa menambah armadanya hingga 2.000 unit sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya perseroan masih akan mencari dana tambahan.
“Pinjaman bertahap dulu,” katanya.
(ang/ang)











































