Mengakhiri perdagangan, Kamis (25/7/2013), IHSG ditutup jatuh 43,986 poin (0,93%) ke level 4.674,117. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,272 poin (1,30%) ke level 779,079.
Kinerja emiten jadi faktor pendorong indeks saham di Wall Street. Saham Facebook yang naik cukup tinggi memimpin penguatan di bursa Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan melemah meski sudah mulai terbatas. Posisi indeks sudah mulai mendekati area jenuh jual.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 168,35 poin (1,14%) ke level 14.562,93. Β
- Indeks KOSPI turun 2,47 poin (0,13%) ke level 1.909,61. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham pagi ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah didorong oleh sentimen negatif dari kekhawatiran akan rencana The Fed mengurangi stimulus pada September mendatang. Faktor penting antara lain adalah yaitu penjualan rumah baru yang menguat dan preliminary manufaktur (53.2 vs 52.5 konsensus). Selain itu sentimen negatif jg dari data preliminary manufaktur China Juli yang tercatat sebesar 47.7 (Vs 48.2 konsensus). Penjualan rumah baru AS bulan Juni mencapai level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Penjualan tumbuh 8,3% mencapai 497.000 annualized (Vs 484.000 konsensus). Hal ini mengindikasikan konstruksi residensial akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini. Data preliminary manufaktur Juli di Eropa menunjukan pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Hal ini bisa menjadi tanda kawasan euro mulai pulih. Data ini mendorong penguatan bursa Eropa ke level tertinggi dalam 8 pekan terakhir. Dari dalam negeri, tampaknya tekanan juga datang dari nilai tukar rupiah yang masih bergejolak dan menembus 10.200. Untuk perdagangan terakhir pekan ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran support-resistance 4.600-4.730. Faktor lain yang bisa menjadi katalis positif adalah laporan keuangan emiten semester 1.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -43.99 poin (-0.93%) ke 4,674.12 dengan jumlah transaksi sebanyak 6.7 juta lot atau setara dengan Rp4.5 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-2.29%), sektor basic-industries (-0.37%), sektor construction and property (-0.16%), sektor consumer goods (-1.03%), sektor finance (-0.79%), sektor infrastructure (-0.21%), sektor mining (-0.50%), sektor misc-industries (+0.61%), dan sektor trade (-0.41%).
Tercatat sebanyak 91 saham mengalami penguatan, 140 saham mengalami penurunan, 116 saham tidak mengalami perubahan dan 140 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBNI (+1.17%), CTRA (+4.24%), PWON (+4.23%), SRTG (+3.16%), dan MNCN (+0.81%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. UNVR (-3.38%), BMRI (-3.37%), BBCA (-1.92%), CPIN (-2.75%), dan TLKM (-0.85%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp182 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, KLBF, GGRM, MAPI, dan CPIN. Mata uang Rupiah terdepresiasi 10,301 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin merupakan konsolidasi menguji level resistance became support. Di mana indikator Slow stochastic mulai memasuki area oversold. Dengan support 4,600 dan resistance 4,800. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ANTM, GJTL, SRTG.
(ang/ang)











































