Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 20,702 poin (0,45%) ke level 4.602,367 mengikuti penguatan sebagian besar bursa saham regional ke zona hijau. Atas penguatan ini, indeks berhasil naik kembali ke level 4.600.
Aksi beli selektif menyasar saham-saham unggulan yang kemarin sudah turun cukup tinggi, seperti saham-saham konsumer dan bank blue chip. Indeks sempat melesat hingga ke level tertingginya di 4.637,880.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham emiten yang sudah melaporkan kinerja positif langsung jadi incaran investor. Investor asing yang sudah banyak lepas saham kini mulai berburu saham lagi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 51.984 kali pada volume 1,286 miliar lembar saham senilai Rp 1,506 triliun. Sebanyak 39 saham naik, sisanya 191 saham turun, dan 69 saham stagnan.
Nilai dan volume transaksi hari ini melambung tinggi gara-gara transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 2,1 triliun di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan oleh broker Credit Suisse Securities (CS)
Mayoritas bursa-bursa di Asia bisa menguat hingga siang hari ini. Hanya bursa saham Singapura yang masih ketinggalan di zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 12,87 poin (0,57%) ke level 2.288,53. Â
- Indeks Hang Seng menguat 141,70 poin (0,65%) ke level 21.991,85. Â
- Indeks Nikkei 225 bertambah 128,47 poin (0,89%) ke level 14.612,45.
- Indeks Straits Times anjlok 61,20 poin (1,77%) ke level 3.393,17. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.050 ke Rp 32.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 43.900, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 24.000, dan Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 11.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 600 ke Rp 31.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 80.500, Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 8.800, dan Gajah Tunggal (GJTL) turun Rp 275 ke Rp 2.875.
(ang/dru)











































