Triwulan III 2004, Laba BNI Naik 120 Persen

Triwulan III 2004, Laba BNI Naik 120 Persen

- detikFinance
Rabu, 27 Okt 2004 22:28 WIB
Jakarta - PT Bank BNI pada triwulan III 2004 mencetak laba sebesar Rp 2,32 triliun atau naik 120 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,05 triliun. Peningkatan laba ini selain karena terpangkasnya beban penyisihan aktiva produktif, juga melonjaknya pendapatan bunga bersih. Demikian disampaikan Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid dalam konpers paparan laporan keuangan di Kantor BNI, Jl. Sudirman, Rabu (27/10/2004). Per Septemner 2004, BNI juga membukukan pendapatan bunga bersih Rp 5,18 triliun atau naik 42,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini, lanjut dia, didorong adanya penyelesaian tunggakan kredit serta dampak turunnya beban bunga. Selain itu, meningkatnya pendapatan bunga ini juga didorong oleh ekspansi kredit yang naik 20,5 persen dari Rp 42,45 triliun pada September 2003 menjadi Rp 51,15 triliun serta ekspansi pembiayaan Syariah sebesar 37,8 persen menjadi Rp 608,60 miliar. Sementara, pendapatan operasional non bunga tercatat Rp 1,65 triliun yang berasal dari pendapatan provisi, komisi dan fee atas jasa-jasa perbankan. Sedangkan beban penyisihan PKAP turun 29,8 persen menjadi Rp 1,53 triliun. "Seperti diketahui tahun lalu kita melakukan penyisihan untuk mencover kerugian atas transaksi LC cabang Kebayoran Baru," kata Arwin. Erwin mengungkapkan, total aktiva per 30 September 2004 tercatat Rp 130,18 triliun atau turun tipis 3,8 persen. Turunnya aktiva ini disebabkan berkurangnya penempatan pada Bank Indonesia (BI) serta penjualan obligasi pemerintah yang merupakan 28,4 persen dari total aset. "Dalam periode September 2003-September 2004, kita telah melepas obligasi pemerintah sebesar Rp 7,03 triliun sehingga jumlah obligasi pemerintah sekarang menjadi Rp 36,99 triliun dari jumlah sebelumnya Rp 44 triliun," katanya. Meski total aktiva mengalami penurunan, kata dia, posisi pinjaman tetap menunjukkann kenaikan menjadi Rp 51,76 triliun, dimana pinjaman koorporasi tercatat 41 persen dari total pinjaman. Sedangkan porsi pinjaman komersial dan konsumer masing-masing 41 persen dan 8 persen. Disisi pasiva, penurunan disebabkan pelunasan kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo, serta tidak dilakukannya penerbitan surat utang jangka panjang seperti yang dilakukan sebelumnya. Saat ini, dana pihak ketiga di BNI turun 1 persen menjadi Rp 102,51 triliun sementara posisi CAR per September 2004, 18,84 persen. Sedangkan NPL tercatat 6,12 persen. (rif/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads