Sejalan dengan laba bersih, laba per saham juga meningkat menjadi Rp 20 per lembar dari sebelumnya Rp 17 per lembar. Sedangkan Penjualan bersih tumbuh sebesar 18,9% mencapai Rp 7,421 triliun dibandingkan Rp 6,244 triliun pada periode yang sama tahun 2012.
"Walaupun inflasi meningkat, kami melihat permintaan produk farmasi, produk konsumen kesehatan dan nutrisi mampu bertahan hingga semester pertama 2013," kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius dalam siaran pers, Rabu (31/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tetap mewaspadai pergerakan rupiah dan mengantisipasi berlanjutnya volatilitas dalam jangka pendek dan dampaknya terhadap marjin Perseroan. Namun demikian, kami tetap yakin akan pencapaian target tahun ini," ujarnya.
Divisi Obat Resep mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,887 triliun, meningkat 18,1%, terutama didukung oleh pertumbuhan volume. Divisi Obat Resep memberikan kontribusi 25% terhadap total penjualan bersih Perseroan.
Divisi Produk Kesehatan mencatat pertumbuhan 19,% dengan penjualan bersih sebesar Rp 1,194 triliun. Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi 16% terhadap total penjualan
Divisi Nutrisi mempertahankan momentum dengan mencapai penjualan bersih Rp 1,759 triliun, meningkat 32,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Divisi Nutrisi kini memberikan kontribusi 24% terhadap total penjualan.
Divisi Distribusi dan Logistik tumbuh 11,6% mencapai penjualan sebesar Rp 2,581 miliar. Divisi Distribusi dan Logistik memberikan kontribusi 35% terhadap total penjualan bersih, turun dari 37% pada semester pertama tahun 2012.
(ang/dnl)











































