Omzet Naik, Kalbe Farma Raup Laba Rp 922 Miliar

Omzet Naik, Kalbe Farma Raup Laba Rp 922 Miliar

- detikFinance
Rabu, 31 Jul 2013 11:25 WIB
Omzet Naik, Kalbe Farma Raup Laba Rp 922 Miliar
Jakarta - Laba bersih PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 14,2% di semester I-2013 menjadi Rp 922 miliar. Naiknya laba ini didorong pertumbuhan penjualan yang signifikan.

Sejalan dengan laba bersih, laba per saham juga meningkat menjadi Rp 20 per lembar dari sebelumnya Rp 17 per lembar. Sedangkan Penjualan bersih tumbuh sebesar 18,9% mencapai Rp 7,421 triliun dibandingkan Rp 6,244 triliun pada periode yang sama tahun 2012.

"Walaupun inflasi meningkat, kami melihat permintaan produk farmasi, produk konsumen kesehatan dan nutrisi mampu bertahan hingga semester pertama 2013," kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius dalam siaran pers, Rabu (31/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laba kotor meningkat sebesar 18,3% mencapai Rp 3.623 miliar, seiring pertumbuhan penjualan. Rasio laba kotor terhadap penjualan menurun 0,3% menjadi 48,8% dari 49,1% pada semester pertama tahun lalu, antara lain akibat dampak pelemahan nilai Rupiah dan perubahan komposisi bisnis.

"Kami tetap mewaspadai pergerakan rupiah dan mengantisipasi berlanjutnya volatilitas dalam jangka pendek dan dampaknya terhadap marjin Perseroan. Namun demikian, kami tetap yakin akan pencapaian target tahun ini," ujarnya.

Divisi Obat Resep mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,887 triliun, meningkat 18,1%, terutama didukung oleh pertumbuhan volume. Divisi Obat Resep memberikan kontribusi 25% terhadap total penjualan bersih Perseroan.

Divisi Produk Kesehatan mencatat pertumbuhan 19,% dengan penjualan bersih sebesar Rp 1,194 triliun. Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi 16% terhadap total penjualan

Divisi Nutrisi mempertahankan momentum dengan mencapai penjualan bersih Rp 1,759 triliun, meningkat 32,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Divisi Nutrisi kini memberikan kontribusi 24% terhadap total penjualan.

Divisi Distribusi dan Logistik tumbuh 11,6% mencapai penjualan sebesar Rp 2,581 miliar. Divisi Distribusi dan Logistik memberikan kontribusi 35% terhadap total penjualan bersih, turun dari 37% pada semester pertama tahun 2012.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads