Mengakhiri perdagangan, Rabu (31/7/2013), IHSG naik tipis 1,888 poin (0,04%) ke level 4.610,377. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,343 poin (0,04%) ke level 771,902.
Wall Street ditutup mixed setelah melewati perdagangan yang fluktuatif. The Federal Reserve belum memberikan bocoran mengenai rencana pencabutan program stimulusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diprediksi akan bergerak dalam rentang yang tipis karena konsolidasi jelang libur panjang. Namun IHSG bisa menguat meski terbatas.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 84,83 poin (0,62%) ke level 13.753,15. Β
- Indeks KOSPI menguat 5,62 poin (0,29%) ke level 1.919,65. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +1.89 poin (+0.04%) ke 4,610.38 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.4 juta lot atau setara dengan Rp4.6 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG kemarin a.l sektor agricultural (-0.83%), sektor basic-industries (-0.89%), sektor construction and property (+0.20%), sektor consumer goods (-1.02%), sektor finance (+1.18%), sektor infrastructure (-0.24%), sektor mining (-0.90%), sektor misc-industries (+0.63%), dan sektor trade (+0.22%).
Tercatat sebanyak 103 saham mengalami penguatan, 161 saham mengalami penurunan, 92 saham tidak mengalami perubahan dan 131 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BMRI (+2.30%), BBRI (+1.85%), TLKM (+1.28%), LPPF (+7.79%), dan BBCA (+0.97%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. INDF (-5.11%), UNVR (-1.24%), GGRM (-2.87%), BBNI (-2.29%), dan JSMR (-3.60%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 130 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. JSMR, INDF, ERAA, GJTL, dan INTP. Mata uang Rupiah terapresiasi 10,257 per Dollar AS.
Secara teknikal penguatan IHSG kemarin masih tertahan oleh resistance 5 and 20 day period Moving average dengan indikator stochastic yang sudah keluar dari zona oversold. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan menguat terbatas. Dengan support 4,500 dan resistance 4,700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ANTM, ERAA, MAPI.
Trust Securities
Meski di awal sesi, IHSG mampu bergerak menguat namun, sepanjang sesi perdagangan diiringi dengan aksi profit taking sehingga IHSG banyak menghabiskan waktu di zona merah. IHSG terkepung dalam sentimen negatif. Rilis laporan keuangan emiten dalam negeri pun variatif sehingga tidak cukup kuat mengimbangi variatifnya laju bursa saham Asia seiring aksi wait & see terhadap hasil meeting The Fed. Pelemahan juga terimbas dari penurunan outlook Malaysia dan India oleh Fitch Ratings sehingga menimbulkan spekulasi Indonesia dimungkinkan bisa terkena pemangkasan. Akan tetapi, jelang penutupan aksi beli kembali terjadi sehingga kembali mengantarkan IHSG ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4636,05 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4563,14 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4610,38. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (1/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4588-4602 dan resistance 4635-4645. Berpola menyerupai hammer di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih menjauhi area overbought. Suasana negatif membawa IHSG berada di bawah target support (4588-4602) meskipun sempat berada sebentar di atas target resisten 1 (4636). Sentimen masih akan variatif. Kalaupun bursa saham AS bisa positif karena keputusan The Fed, IHSG belum tentu karena akan berhadapan dengan rilis inflasi. Sementara kita targetkan inflasi Juli sebesar 2,3%-2,5% MoM.
(ang/ang)











































