Sempat Terkapar Gara-gara Inflasi, IHSG Berhasil Naik 13 Poin

Sempat Terkapar Gara-gara Inflasi, IHSG Berhasil Naik 13 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 01 Agu 2013 16:15 WIB
Sempat Terkapar Gara-gara Inflasi, IHSG Berhasil Naik 13 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 13 poin setelah sempat jatuh gara-gara inflasi Juli yang naik signifikan. Penguatan indeks didorong kinerja keuangan emiten yang rata-rata positif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 10.275 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.270 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 11,825 poin (0,26%) ke level 4.622,202 kompakan dengan bursa-bursa di Asia. Rencana The Fed untuk melanjutkan stimulus dan kinerja emiten menjadi faktor pendorong indeks.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi tadi investor masih lakukan aksi beli selektif sambil menunggu pengumuman inflasi Juli oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks pun sempat naik hingga posisi tertingginya 4.632,428.

Menjelang siang, BPS melaporkan laju inflasi Juli 2013 mencapai 3,29%. Melambungnya inflasi yang siginifikan ini masih dipengaruhi dari imbas kenaikan harga BBM.

Pelaku pasar merespons tingginya tingkat inflasi ini dengan melepas saham. Alhasil, IHSG langsung jatuh ke zona merah hingga ke posisi terendahnya di 4.592,093.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 1,056 poin (0,02%) ke level 4.609,321 setelah sempat jatuh cukup dalam di zona merah. Indeks beristirahat di posisi yang datar siang tadi.

Setelah sempat panik gara-gara inflasi, investor secara perlahan mulai beli saham lagi. Pelan-pelan indeks berhasil balik arah ke teritori positif.

Menutup perdagangan, Kamis (1/8/2013), IHSG naik 13,959 poin (0,30%) ke level 4.624,366. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,244 poin (0,29%) ke level 774,146.

Saham-saham unggulan berbasis komoditas dan saham lapis dua di aneka industri punya andil besar dalam mengarahan indek ke arah positif. Dua sektor masih melemah, konstruksi dan perbankan.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 139.418 kali pada volume 4,342 miliar lembar saham senilai Rp 7,78 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini naik cukup tinggi berkat aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Indomobil Sukses Internasioal Tbk (IMAS) senilai Rp 2,9 triliun. Transaksi ini difasilitasi CIMB Securities Indonesia (YU).

Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum dan menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Bursa saham Jepang melonjak tinggi setelah yen terkapar di hadapan dolar AS.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 35,27 poin (1,77%) ke level 2.029,07.  
  • Indeks Hang Seng menguat 205,13 poin (0,94%) ke level 22.088,79.  
  • Indeks Nikkei 225 melompat 337,45 poin (2,47%) ke level 14.005,77.  
  • Indeks Straits Times naik 17,50 poin (0,54%) ke level 3.239,43.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 24.750, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 15.650, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 450 ke Rp 5.800, dan Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 21.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.100 ke Rp 80.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 41.600, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 750 ke Rp 4.450, dan Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 600 ke Rp 7.000.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads