Rekor Wall Street Bisa Jadi Katalis Penggerak

Rekomendasi Saham

Rekor Wall Street Bisa Jadi Katalis Penggerak

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 02 Agu 2013 08:28 WIB
Rekor Wall Street Bisa Jadi Katalis Penggerak
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil naik 13 poin setelah sempat jatuh gara-gara inflasi Juli yang naik signifikan. Penguatan indeks didorong kinerja keuangan emiten yang rata-rata positif.

Menutup perdagangan, Kamis (1/8/2013), IHSG naik 13,959 poin (0,30%) ke level 4.624,366. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,244 poin (0,29%) ke level 774,146.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Dua indeks acuan di Wall Street itu melesat berkat data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan stimulus The Federal Reserve.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 128,48 poin (0,83%) ke level 15.628,02, sebuah rekor baru. Sebelumnya, Dow Jones sempat sentuh intraday tertinggi di 15.650,69.

Sementara Indeks The Standard & Poor's 500 menguat 21,14 poin (1,25%) ke level 1.706,87, juga tembus rekor terbaru. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 49,37 poin (1,36%) ke level 3.675,74 tertinggi sejak 13 tahun terakhir.

Pencetakan rekor oleh dua indeks di Wall Street itu diprediksi bisa jadi katalis pendorong IHSG hari ini. Di perdagangan terakhirnya sebelum Lebaran volume perdagangan diprediksi tidak akan terlalu ramai.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 239,48 poin (1,71%) ke level 14.245,25. Β 
  • Indeks KOSPI naik 11,14 poin (0,58%) ke level 1.931,88.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +13.96 poin (+0.30%) ke 4,624.34 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.5 juta lot atau setara dengan Rp 7.6 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.25%), sektor basic-industries (+0.75%), sektor construction and property (-0.25%), sektor consumer goods (+0.55%), sektor finance (-1.08%), sektor infrastructure (+0.29%), sektor mining (+0.48%), sektor misc-industries (+3.26%), dan sektor trade (+0.75%).

Tercatat sebanyak 131 saham mengalami penguatan, 124 saham mengalami penurunan, 89 saham tidak mengalami perubahan dan 143 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. ASII (+3.85%), JSMR (+8.41%), SMGR (+2.96%), INDF (+3.85%), dan TLKM (+0.84%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BDMN (-14.42%), CPIN (-3.49%), BBRI (-1.21%), PGAS (-1.69%), dan BMRI (-1.12%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp442 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. ASII, BBRI, TLKM, BBCA, dan SMGR. Mata uang Rupiah terdepresiasi 10,271 per dolar AS.

Secara teknikal penguatan IHSG kemarin diiringi dengan peningkatan volume, serta menghasilkan sinyal bullish pada indikator stochastic. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan menguat terbatas. Dengan support 4.550 dan resistance 4.700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBCA, MPMX, TAXI.

Trust Securities
Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana sentimen yang ada masih akan bervariatif mempengaruhi IHSG sehingga cenderung bergerak sideways. Sentimen dari The Fed yang belum berencana mengurangi stimulusnya membuat pasar kembali mengalami rebound. Sempat mengalami penurunan karena shock therapy pasca dirilisnya lonjakan inflasi yang di atas estimasi dan masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia namun, di akhir sesi IHSG mampu kembali berada di zona hijau seiring kembali positifnya bursa saham Asia karena rilis data-data ekonomi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4632,43 (level tertingginya) jelang pre closing dan menyentuh level 4592,09 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4610,38. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik dengan terbantukan transaksi nego saham IMAS senilai Rp2,87 triliun sebanyak 529,21 lot saham. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Jumat (2/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4588-4602 dan resistance 4635-4645. Berpola menyerupai hammer di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih menjauhi area overbought. Terjungkal dengan adanya sentimen negatif dalam negeri membuat IHSG lebih banyak berada di kisaran target support (4588-4602) dan gagal mendekati target resisten 1 (4635). Sesi perdagangan tinggal 1 hari, meski di luar sentimennya positif namun, karena adanya aksi mengamankan portofolio jelang libur Lebaran membuat IHSG masih akan variatif dengan kecenderungan naik tipis.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads