Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 10.285 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.275 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melaju 33,070 poin (0,72%) ke level 4.657,098 membuka perdagangan terakhir sebelum Lebaran dengan positif. Rekor yang dicetak Wall Street jadi faktor penggerak laju IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 3,924 poin (0,08%) ke level 4.628,260 meski sempat naik tinggi di pembukaan perdagangan. Aksi lepas saham hambat penguatan IHSG.
Investor mengamankan portofolio investasinya sebelum libur panjang. Namun ada juga yang melepas saham untuk mencairkan dana liburan. Sehingga saham-saham yang pagi tadi sempat naik tinggi langsung dilepas oleh sebagian investor.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (2/8/2013), IHSG ditutup naik 16,445 poin (0,36%) ke level 4.640,781. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 0,798 poin (0,10%) ke level 774,944.
Saham-saham unggulan memimpin penguatan hari ini. Transaksi saham jelang penutupan makin sepi karena euforia libur Lebaran sudah sangat terasa.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 109.578 kali pada volume 5,905 miliar lembar saham senilai Rp 4,448 triliun. Sebanyak 159 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 98 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum penguatan hingga sore hari ini kompak ditutup di zona hijau. Penguatan terjadi menguat setelah merespons rekor terbaru Wall Street semalam.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,35 poin (0,02%) ke level 2.029,42. Â
- Indeks Hang Seng menguat 102,18 poin (0,46%) ke level 22.190,97. Â
- Indeks Nikkei 225 meroket 460,39 poin (3,29%) ke level 14.466,16. Â
- Indeks Straits Times bertambah 8,81 poin (0,27%) ke level 3.252,10. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 950 ke Rp 22.250, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 550 ke Rp 8.000, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 13.250, dan Danayasa (SCBD) naik Rp naik Rp 500 ke Rp 3.300.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 31.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 10.000, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 250 ke Rp 4.200, dan Samudra Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 3.200.
(ang/dru)











































