IFC Berencana Tambah Kepemilikan di NISP

IFC Berencana Tambah Kepemilikan di NISP

- detikFinance
Kamis, 28 Okt 2004 16:38 WIB
Jakarta - International Finance Corporation (IFC) berencana menambah kepemilikan sahamnya di Bank NISP Tbk., yang salah satunya melalui right issue jika perseroan melakukan program tersebut. Saat ini anak perusahaan Bank Dunia tersebut memiliki saham sebesar 15,05 persen di NISP."Tidak tertutup kemungkinan IFC menambah kepemilikannya di NISP karena akan terus mendukung NISP. Penambahan modal tersebut bisa saja dilakukan melalui right issue jika perseroan melakukan program itu," kata Peter Woicke, Executive Vice President IFC yang juga Managing Director Bank Dunia disela penandatangan MoU pemberian fasilitas garansi parsial kepada NISP di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, (28/10/2004).Saat ini total seluruh dana yang telah disuntikan IFC ke NISP sebesar 70 juta dolar AS. Angka tersebut termasuk pemberian garansi parsial hingga Rp 210 miliar kepada Bank NISP.Menurut Woicke, fasilitas yang diberikan IFC itu nantinya diharapkan bisa membantu Bank NISP dalam meningkatkan pemberian kreditnya, di mana fasilitas ini merupakan garansi utama dengan menggunakan mata uang lokal.Saat ini IFC telah memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia hingga sebesar 200 juta dolar AS, di mana pinjaman tersebut sebenarnya bisa terus bertambah jika pemerintah lebih banyak memberikan kesempatan untuk investasi sektor swasta.Pinjaman untuk Indonesia, katanya, masuk kategori kelas menengah dibandingkan Cina yang sebesar 400 juta dolar AS dan Brazil yang sebesar 600 juta dolar AS.Kinerja NISP Kuartal IIISementara itu, kinerja Bank NISP sampai kuartal III 2004 membukukan laba bersih sebesar Rp 201,54 miliar atau naik 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 118,738 miliar.Kenaikan laba bersih ini tidak terlepas dari naiknya pendapatan bunga bersih pada kuartal III 2004 sebesar Rp 470,213 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 307,679 miliar.Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 11,963 triliun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 12,009 triliun. Sedangkan kredit yang diberikan telah mencapai Rp 9,45 triliun.Untuk rasio keuangan lainnya tercatat LDR sebesar 78,99 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 66,47 persen, CAR 14,37 persen turun tipis dibanding periode yang sama tahun lalu 14,98 persen dan NPL netto 0,94 persen dan NPL gross 1,34 persen.Untuk tahun 2005, meurut Dirut NISP Pramukti Surjadaja, pihaknya akan meningkatkan kredit sebesar 30 persen dibandingkan tahun 2004, termasuk diantaranya pinjaman dari Bank Dunia yang sebesar Rp 250 miliar yang akan digunakan untuk kredit motor, sehingga total keseluruhan diharapkan Rp 500 miliar. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads