Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 10.290 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 22,256 poin (0,48%) ke level 4.674,781 mengikuti penguatan bursa regional dan global. Aksi beli langsung marak terjadi di saham-saham unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 22,932 poin (0,49%) ke level 4.675,329 didorong aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks sempat melemah di awal perdagangan.
Aksi ambil untung terjadi di sektor komoditas tidak membuat laju penguatan indeks terhambat. Dua sektor melemah, yaitu agrikultur dan tambang, delapan sektor lainnya mampu menguat.
Menutup perdagangan, Rabu (14/8/2013), IHSG menguat 47,336 poin (1,02%) ke level 4.699,733. Sementara Indeks LQ45 naik 9,821 poin (1,26%) ke level 786,286.
Aksi beli didominasi investor lokal, tapi asing juga tak mau ketinggalan. Maraknya sentimen positif yang beredar di regional dan global membuat aksi beli makin marak.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 144.220 kali pada volume 4,297 miliar lembar saham senilai Rp 4,5 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 92 saham stagnan.
Bursa saham China jatuh ke zona merah pada penutupan perdagangan, sedangkan bursa regional lainnya masih bertahan di zona hijau. Sedangkan bursa saham Hong Kong hari ini libur.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 6,02 poin (0,29%) ke level 2.100,14. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 183,16 poin (1,32%) ke level 14.050,16. Â
- Indeks Straits Times naik 4,80 poin (0,15%) ke level 3.248,92. Â
- Indeks KOSPI menguat 10,88 poin (0,57%) ke level 1.923,91. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.700 ke Rp 42.700, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.350 ke Rp 8.400, Matahari (LPPF) naik Rp 900 ke Rp 13.000, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 11.950.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 900 ke Rp 13.500, Nipress (NIPS) turun Rp 600 ke Rp 8.500, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 300 ke Rp 3.975, dan SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 7.100.
(ang/dru)











































