Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 16,438 poin (0,35%) ke level 4.683,295 setelah dua hari kemarin menguat secara berturut-turut. Investor mulai memanfaatkan posisi indeks yang sudah cukup tinggi untuk ambil untung.
Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi jadi sasaran aksi jual investor. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks terus meluncur cukup tajam sampai ke posisi terendahnya hari ini di 4.667,826.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 59.226 kali pada volume 1,82 miliar lembar saham senilai Rp 2,193 triliun. Sebanyak 71 saham naik, sisanya 136 saham turun, dan 94 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak mixed hingga siang ini. Melonjaknya harga minyak dunia dan bursa global yang negatif menjadi faktor penekan perdagangan bursa.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 1,09 poin (0,05%) ke level 2.101,23.
- Indeks Hang Seng menguat 28,65 poin (0,13%) ke level 22.569,78.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 279,89 poin (1,99%) ke level 13.770,27.
- Indeks Straits Times turun 27,37 poin (0,84%) ke level 3.221,29. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 750 ke Rp 13.750, Nipress (NIPS) naik Rp 600 ke Rp 9.100, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 7.100, dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 200 ke Rp 4.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 28.350, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 30.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 17.850, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 350 ke Rp 6.050.
(ang/hen)











































