IHSG Jeblok, Rupiah Anjlok

IHSG Jeblok, Rupiah Anjlok

- detikFinance
Kamis, 15 Agu 2013 15:58 WIB
IHSG Jeblok, Rupiah Anjlok
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 14 poin gara-gara aksi ambil untung yang marak terjadi sejak pagi tadi. Banyaknya sentimen negatif dari pasar global membuat pelaku pasar lakukan aksi jual.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 10.345 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.290 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 16,438 poin (0,35%) ke level 4.683,295 setelah dua hari kemarin menguat secara berturut-turut. Investor mulai memanfaatkan posisi indeks yang sudah cukup tinggi untuk ambil untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi jadi sasaran aksi jual investor. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 27,200 poin (0,58%) ke level 4.672,533 akibat tekanan aksi profit taking. Indeks betah bergerak di zona merah.

Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks terus meluncur cukup tajam sampai ke posisi terendahnya hari ini di 4.667,826.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (15/8/2013), IHSG ditutup terpangkas 14,604 poin (0,31%) ke level 4.685,129. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 4,961 poin (0,63%) ke level 781,325.

Jelang penutupana perdagangan aksi beli mulai muncul. Sektor konstruksi dan infrastruktur berhasil menguat berkat aksi beli ini, namun sayang gagal membawa IHSG positif.

Maraknya aksi jual di saham-saham sektor aneka industri menahan IHSG di zona merah. Aksi jual banyak dilakukan investor asing.

Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya (BI Rate) di posisi 6,5% pada Agustus 2013 ini. BI Rate ditahan setelah mengalami kenaikan dalam dua bulan berturut-turut.

BI Rate tercatat telah naik hingga 75 bps dari 5,75% menjadi 6,5% di bulan Juni dan Juli 2013. Sebelumnya para pelaku pasar sudah memprediksi BI Rate akan naik namun ternyata keliru.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.460 kali pada volume 3,82 miliar lembar saham senilai Rp 5,3 triliun. Sebanyak 104 saham naik, sisanya 134 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa regional akhirnya kompak ditutup di teritori negatif sore hari ini. Sentimen jatuhnya Wall Street semalam mendorong aksi jual di pelaku pasar Asia.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 18,26 poin (0,87%) ke level 2.081,88.  
  • Indeks Hang Seng menipis 1,88 poin (0,01%) ke level 22.539,25.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 297,22 poin (2,12%) ke level 13.752,94.  
  • Indeks Straits Times turun 35,40 poin (1,09%) ke level 3.213,26.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 5.000 ke Rp 215.000, Matahari (LPPF) naik Rp 1.000 ke Rp 14.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke 43.600, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 750 ke Rp 8.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.400 ke Rp 28.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.000 ke Rp 17.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 79.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 30.700.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads