Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (16/8/2013), IHSG terjun 116,475 poin (2,49%) ke level 4.568,654. Sementara Indeks LQ45 anjlok 22,468 poin (2,88%) ke level 758,857.
Sementara Indeks Dow Jones di bursa saham Wall Street alam koreksi mingguan terparahnya pekan ini. Hal tersebut dipicu oleh kinerja keuangan perusahaan retail yang mengecewakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif dari pasar global bisa membuat indeks kembali kena tekanan jual.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 18,30 poin (0,13%) ke level 13.668,41.
- Indeks KOSPI turun 6,53 poin (0,34%) ke level 1.913,58.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup turun -116.48 poin (-2.49%) ke 4,568.65 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.1 juta lot atau setara dengan Rp4.9 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.93%), sektor basic-industries (-2.65%), sektor construction and property (-2.64%), sektor consumer goods (-1.06%), sektor finance (-3.81%), sektor infrastructure (-2.61%), sektor mining (+0.03%), sektor misc-industries (-2.81%), dan sektor trade (-2.56%).
Tercatat sebanyak 45 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 86 saham tidak mengalami perubahan dan 151 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. ITMG (+3.90%), BRMS (+8.94%), PTBA (+1.29%), ADRO (+1.27%), dan NOBU (+6.90%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBRI (-6.02%), TLKM (-5.02%), BBCA (-4.19%), ASII (-3.08%), dan BMRI (-3.49%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp811 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, ASII, TLKM, BMRI, dan SMGR. Mata uang Rupiah terdepresiasi 10,430 per dolar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG akhir pekan lalu menghasilkan sinyal dead cross pada indikator stochastic. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan melemah. Dengan support 4,500 dan resistance 4,700. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BRMS, HRUM, LPKR.
Trust Securities
IHSG masih memperpanjang pelemahannya seiring dengan negatifnya posisi penutupan bursa saham AS dan Eropa pasca dirilisnya data klaim pengangguran yang menurun dan stabilnya angka inflasi mendekati target The Fed. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana sentimen tetapnya level BI rate kemungkinan bisa saja tertutupi oleh sentimen rilisnya data-data ekonomi AS dan kondisi itulah yang terjadi. Pelaku pasar masih melakukan aksi jualnya. Di sisi lain, makin turunnya nilai tukar Rupiah seiring ditetapkannya level BI rate dan terutama terimbas penguatan US$ membuat pelaku pasar makin tidak nyaman. Bahkan setelah pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden SBY yang menyampaikan asumsiasumsi makropun juga tidak mampu menyelamatkan IHSG dari zona merah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4647,28 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4568,48 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4568,65. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (19/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4555-4586 dan resistance 4658-4687. Berpola menyerupai evening star di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD cenderung turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic downreversal mendekati area oversold. Kondusifnya sentimen membawa IHSG di bawah target support kami (4642-4672) dan ini bisa saja mematahkan tren sideways menjadi pelemahan. Antisipasi terhadap kemungkinan pelemahan lanjutan.
(ang/ang)











































