Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka jatuh 55,516 poin (1,22%) ke level 4.513,138. Pelemahan ini sejalan dengan jatuhnya bursa global akhir pekan lalu dan regional.
Aksi jual semakin lama semakin deras membuat indeks sama sekali tak mampu menyentuh zona hijau. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun memerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi terendah yang sempat disinggahi indeks hari ini ada di level 4.387,572. Aksi jual ini dipicu oleh buruknya bursa global akhir pekan lalu dan sepinya sentimen atau katalis positif dari dalam negeri.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 77.606 kali pada volume 2,18 miliar lembar saham senilai Rp 3,094 triliun. Sebanyak 15 saham naik, sisanya 261 saham turun, dan 36 saham stagnan.
Saham-saham unggulan berkapitalisasi para yang tinggi banyak dilepas investor asing. Transaksi asing hingga siang hari ini melakukan jual bersih dengan nilai hampir satu triliun rupiah.
Bursa-bursa di Asia bergerak mixed cenderung melemah hingga siang hari ini. Hanya bursa saham Jepang yang bertahan positif, sedangkan bursa lainnya masih negatif.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 4,09 poin (0,20%) ke level 2.064,36. Â
- Indeks Hang Seng turun 36,18 poin (0,16%) ke level 22.481,63.
- Indeks Nikkei 225 naik 62,77 poin (0,46%) ke level 13.712,88. Â
- Indeks Straits Times berkurang 4,10 poin (0,13%) ke level 3.193,43. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 2.000 ke Rp 75.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.850 ke Rp 41.600, Lionmesh (LMSH) turun Rp 1.500 ke Rp 8.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ek Rp 27.800.
(ang/dnl)











































