Penjualan Meningkat Hexindo akan Revisi Target
Sabtu, 30 Okt 2004 13:45 WIB
Jakarta - Perusahaan alat-alat berat dengan merek utama Hitachi PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) berencana melakukan revisi target kinerja 2004, setelah melihat kinerja pada kuartal III-2004 yang sangat baik. Revisi itu diharapkan selesai pada akhir November 2004."Mengingat kinerja yang sangat baik pada kuartal III-2004 ini sudah tidak sesuai dengan proyeksi 2004, maka Hexindo saat ini sedang menyusun forecast 2004 yang diperkirakan baru akan selesai akhir November 2004," kata Irfin Sitompul, Corporate Secretary HEXA dalam siaran pers, Sabtu,(30/10/2004).Saat ini, proyeksi HEXA sampai akhir tahun 2004 memperkirakan pendapatan sebesar Rp 780,082 miliar, laba usaha sebesar Rp 71,718 miliar serta laba bersih sebesar Rp 44,233 miliar. Namun sampai September 2004 pendapatan HEXA telah mencapai Rp 673,036 miliar atau naik 37,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 490,594 miliar. Adapun penjualan alat berat memberikan kontribusi terbesar dengan peningkatan 43,9 persen dari Rp 309,8 miliar di kuartal III-2003 menjadi Rp 445,8 miliar pada kuartal III-2004. HEXA berhasil menjual 465 unit Hitachi hydraulic excavator atau menyerap 23 persen dari pangsa pasar dengan kebutuhan 2.019 unit.Sedangkan laba bersih sampai September 2004 sebesar Rp 58,512 miliar atau naik 77,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 32,928 miliar. Laba usaha juga naik sampai September 2004 sebesar Rp 88,214 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 36,616 miliar. Total aset HEXA per September 2004 sebesar Rp 747,102 miliar naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 664,113 miliar. Saat ini saldo utang bank HEXA tinggal US$ 10 juta dari total utang semula US$ 20 juta. Utang itu merupakan fasilitas kredit dari PT Bank UFJ Indonesia pada tahun 2002 dengan tingkat bunga 0,375 persen diatas LIBOR per tahun. Pinjaman yang seharusnya akan jatuh tempo pada akhir tahun ini dijamin dengan corporate guarantee dari prinsipal yang juga pemegang saham HEXA yakni Hitachi Construction Machinery Co.Ltd. Namun menurut Irfin, pada bulan November ini sisa utang sebesar US$ 10 juta tersebut akan diubah menjadi utang jangka panjang.
(ir/)











































