Nilai tukar rupiah makin hari makin lemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hari ini dolar sempat naik tinggi hingga menembus Rp 10.645 per dolar AS.
Seperti dikutip dari Reuters, dolar ditutup di Rp 10.485 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 10.390 per dolar AS.
Meski dolar naik tinggi, Menteri Keuangan Chatib Basri tidak khawatir akan situasi ini. Alasannya mata uang negara lain pun juga mengalami hal yang sama seperti mata uang Garuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal tahun ini, dolar diperdagangkan di kisaran Rp 9.500/US$ sampai 9.700/US$. Namun dalam dua bulan terakhir dolar semakin perkasa bahkan hingga menembus Rp 10.000/US$.
Pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah ini masih ringan jika dibandingkan mata uang negara Asia lainnya.
"Sebenarnya pelemahan terhadap mata uang rupiah relatif lebih ringan, dibanding pelemahan mata uang negara-negara seperti India, Australia, Malaysia, Filipina, Korea, dan Jepang dalam periode Januari sampai akhir Juli 2013," SBY dalam pidato Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat akhir pekan lalu. (ang/dnl)











































