Menteri Keuangan Chatib Basri siang ini menghadiri agenda rapat paripurna bersama DPR. Chatib mewakili pemerintah untuk mendengarkan pandangan fraksi soal RAPBN 2014.
Saat rapat baru dimulai, pimpinan sidang Sohibul Iman mendapat interupsi dari anggota Komisi I DPR Tjahjo Kumolo. Interupsi tersebut langsung ditujukan untuk Menteri Chatib Basri atas kondisi pelemahan rupiah yang hari ini mencapai Rp 10.600 atas dolar AS.
"Mencermati dinamika yang ada, rupiah berpotensi bergerak dengan liar. Melemahnya rupiah pada dolar itu mengkhawatirkan. Pelemahan mata uang paling mendalam di kawasan regional ASEAN," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila tidak ada perbaikan ini kan mempengaruhi neracaperdagangan dan ekspor-impor. Saya mengikuti pernyataan Menkeu yang tenang dan normatif dan mengatakan kondisi aman. Aman buat siapa? Tidak ada kebijakan yang progresif dari Menkeu," jelasnya.
Apalagi, menurut Tjahjo ada perbedaan pendapat antara Chatib Basri dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.
"Menteri mungkin lebih ahli dalam hal ini. Tapi pernyataan Menkeu dan Gubernur BI yang sebelumnya mantan Menkeu itu beda. Mengantisipasi ini saya ingin ada persamaan supaya pengusaha kita tidak terganggu," tegasnya.
Usai pandangan fraksi, Menkeu Chatib Basri akan memaparkan tanggapan pemerintah terkait pandangan fraksi-fraksi atas RUU pertangungjawaban dan pelaksanaan APBN 2012.
"Saya ingin supaya ada statement resmi pemerintah, apa langkah-langkah konkret pemerintah," pungkasnya.
(mkj/dru)











































