Aksi jual ini dipicu oleh kabar berakhir program stimulus The Federal Reserve yang salam ini menopang bursa saham Amerika Serikat (AS). Padahal bank sentral AS itu baru akan menggelar pertemuan September mendatang.
Investor menyikapi hal itu dengan melepas saham-saham unggulan. Banyak saham unggulan yang masuk jajaran 20 saham yang terkena koreksi paling dalam alias top losers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
|
|
Saham bank memang biasa jadi sasaran jual jika terjadi koreksi tajam. Sejak awal tahun ini, saham BBRI sudah terpangkas 17,18%, sedangkan secara tahunan alias year on year sahamnya menipis 4,26%.
Telkom Indonesia (TLKM)
|
|
Meski masuk top losers, saham TLKM sebenarnya masih tumbuh 13,97% sejak awal tahun ini. Jika dibandingkan dengan posisi hari yang sama tahun lalu, saham TLKM tumbuh 13,97%.
Bukit Asam (PTBA)
|
|
Saham PTBA ini sudah menderita koreksi 38,97% sejak awal tahun, dilihat secara tahunan alias year on year juga sahamnya amblas 34,2% sejalan dengan koreksi sektor tambang sebesar 37%.
Semen Indonesia (SMGR)
|
|
Sejak awal tahun ini, sahamnya sudah jatuh 23,2% akan tetapi jika dibandingkan dengan periode satu tahun lalu alias year on year, saham SMGR masih tumbuh tipis 3,81%.
Halaman 2 dari 5











































