Menutup perdagangan, Selasa (20/8/2013), IHSG meluncur tajam 138,535 poin (3,21%) ke level 4.174,983. Sementara Indeks LQ45 menukik 20,914 poin (2,95%) ke level 687,171.
Dua indeks utama di bursa saham Wall Street berhasil rebound berkat indeks sektor konsumer yang menguat setelah keluarnya laporan kinerja Best Buy dan TJX Cos. Aksi beli pun kembali marak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bergerak mixed mengikuti sentimen yang beredar dari pasar global dan regional. Posisi IHSG yang sudah jenuh jual bisa dimanfaatkan untuk berburu saham murah.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 65,74 poin (0,49%) ke level 13.462,12.
- Indeks KOSPI turun 2,26 poin (0,12%) ke level 1.885,59.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -138.54 poin (-3.21%) ke 4,174.98 dengan jumlah transaksi sebanyak 14.8 juta lot atau setara dengan Rp8.6 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-3.59%), sektor basic-industries (-4.72%), sektor construction and property (-4.55%), sektor consumer goods (-4.18%), sektor finance (-1.66%), sektor infrastructure (-2.97%), sektor mining (-3.51%), sektor misc-industries (-0.62%), dan sektor trade (-4.77%).
Tercatat sebanyak 28 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 42 saham tidak mengalami perubahan dan 118 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BMRI (+1.96%), TOWR (+4.46%), TSPC (+4.96%), EPMT (+2.86%), dan EXCL (+0.61%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. PGAS (-6.42%), BBRI (-4.20%), GGRM (-8.17%), MLBI (-19.90%), dan INTP (-6.75%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp2,265 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, PGAS, BMRI, BBNI, dan TLKM. Mata uang Rupiah terdepresiasi 10,723 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin kembali disertai dengan gap down dan ditutup di luar lower Bollinger band. Candlestick menghasilkan sinyal hammer yang disertai dengan peningkatan volume. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak mixed. Dengan support 4.000 dan resistance 4.310. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBCA, ICBP, PGAS.
Trust Securities
Belum adanya trigger positif membuat aksi jualnya masih berlanjut. Apalagi ditambah berita negatif terkait penilaian ekonomi Thailand yang akan memasuki resesi semakin membuat aksi jual makin besar karena dikhawatirkan akan berimbas pada perekonomian Indonesia yang saat ini dilanda perlambatan. Pun komentar-komentar dari para pejabat negara maupun OJK yang terkesan βtenang-tenang sajaβ juga tidak mampu meredam aksi jual tersebut. Rupiah yang masih melanjutkan tren penurunannya dan adanya pemberitaan di mana China akan mengurangi karbon sehingga dinilai berpengaruh pada kinerja emiten coal juga turut menambah sentimen negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4259,60 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4062,30 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4174,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik dengan terbantukan transaksi di pasar nego antara saham BKSL, BBRI, dan BMRI dengan nilai total Rp646,14 miliar. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Rabu (21/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3985-4125 dan resistance 4225-4278. Berpola menyerupai three black crows di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD melanjutkan penurunan dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic lanjut downreversal di bawah area oversold. Sentimen negatif masih membawa IHSG ke bawah target support kami (4285-4310). Kali ini, IHSG kembali menyisakan utang gap 4536-4568 dan 4260-4311 dengan posisi IHSG hampir sama seperti September 2012. Diharapkan pelemahan mulai terbatas sehingga tidak memperburuk tren IHSG.
(ang/ang)











































