Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 44 poin berkat aksi borong saham yang dilakukan investor domestik. Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil kompak menguat.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 5,549 poin (0,13%) ke level 4.178,337 setelah dua hari berturut-turut kena koreksi yang cukup tajam. Investor mulai memburu saham-saham yang harganya sudah murah gara-gara koreksi.
Saham-saham yang harganya sudah anjlok menjadi target berburu yang menarik bagi para investor, terutama saham unggulan berkapitalisasi besar. Sayangnya penguatan indeks ini tak bertahan lama dan harus turun ke zona merah lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (21/8/2013), IHSG naik 44,054 poin (1,06%) ke level 4.219,037. Sementara Indeks LQ45 menguat 11,865 poin (1,73%) ke level 699,036.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat berkat aksi beli investor domestik. Investor asing masih terus melepas saham.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.296 kali pada volume 3,364 miliar lembar saham senilai Rp 3,473 triliun. Sebanyak 133 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia bergerak mixed hingga siang hari ini setelah bursa saham China berhasil naik ke zona merah. Sentimen Wall Street yang menguat semalam belum bisa jadi katalis penggerak.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,67 poin (0,08%) ke level 2.074,27.
- Indeks Hang Seng anjlok 245,36 poin (1,12%) ke level 21.724,93.
- Indeks Nikkei 225 melemah 91,68 poin (0,68%) ke level 13.304,70. Â
- Indeks Straits Times berkurang 11,62 poin (0,37%) ke level 3.117,13. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 56.050 ke Rp 1,17 juta, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 1.200 ke Rp 13.650, Indocement (INTP) naik Rp 1.200 ke Rp 19.150, dan Telkom (TLKM) naik Rp 500 ke Rp 10.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.500 ke Rp 68.500, Century Textile (CNTX) turun Rp 1.650 ke Rp 6.600, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 775 ke Rp 2.325, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 750 ke Rp 7.250.











































