Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG terpangkas 83,919 poin (1,99%) ke level 4.134,529 setelah dapat sentimen negatif dari pasar global dan regional. Tekanan jual kembali muncul, asing melepas saham lagi.
Aksi jual langsung ramai sejak pembukaan perdagangan. Seluruh indeks sektoral terkena koreksi rata-rata lebih dari dua persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya saham-saham unggulan, saham-saham lapis dua juga kena jadi sasaran jual. Saham-saham tambang yang sudah murah mampu menguat berkat aksi beli.
Hanya satu dari sembilan sektor industri yang bisa menguat, yaitu sektor tambang. Sembilan sektor lainnya amblas di zona merah, dipimpin sektor konstruksi dengan koreksi lebih dari lima persen.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.728 kali pada volume 4,164 miliar lembar saham senilai Rp 3,061 triliun. Sebanyak 30 saham naik, sisanya 225 saham turun, dan 54 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mixed hingga siang hari ini dengan rata-rata melemah. Hanya bursa saham China yang masih bertahan di zona hijau sejak pagi tadi.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,82 poin (0,09%) ke level 2.074,78. Â
- Indeks Hang Seng melemah 120,27 poin (0,55%) ke level 21.697,46. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 39,45 poin (0,29%) ke level 13.384,88. Â
- Indeks Straits Times anjlok 36,76 poin (1,18%) ke level 3.072,23. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.550 ke Rp 28.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 ke Rp 10.750, PGN (PGAS) naik Rp 100 ke Rp 5.150, dan Harum Energy (HRUM) naik Rp 75 ke Rp 2.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 3.450 ke Rp 66.500, Matahari (LPPF) turun Rp 900 ke Rp 11.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 36.650, dan Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 28.750.
(ang/dru)











































