'Saktinya' AS, Mata Uang dan Bursa Saham di Asia Berjatuhan

'Saktinya' AS, Mata Uang dan Bursa Saham di Asia Berjatuhan

- detikFinance
Kamis, 22 Agu 2013 16:46 WIB
Saktinya AS, Mata Uang dan Bursa Saham di Asia Berjatuhan
Foto: Dolar AS (dok.detikFinance)
Hong Kong - Karena sentimen di AS terkait rencana penghentian program stimulus oleh bank sentral AS yaitu The Fed, hampir seluruh mata uang di Asia berjatuhan terhadap dolar AS. Demikian juga dengan bergugurannya saham-saham di bursa Asia.

Dikutip dari AFP, Kamis (22/8/2013), sore ini mata uang India yaitu rupee terjun ke level terendahnya, dolar menyentuh level 65,56 rupee. Sejak Mei lalu, rupee jatuh 15% terhadap dolar. Selain sentimen The Fed, investor juga mengkhawatirkan perlambatan perekonomian negeri hindustan ini.

Kemudian rupiah juga terhantam penguatan dolar. Hari ini dolar berada di Rp 10.825, atau melemah tipis dibanding posisinya kemarin yang sempat menyentuh Rp 10.945. Lalu mata uang Thailand yaitu bath juga melemah. Dolar berada di posisi 32,01 baht, menguat dari posisi kemarin 31,77 baht. AFP juga memberitakan, dolar juga menguat terhadap yen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa-bursa saham juga sama. Di Jakarta, bursa saham jatuh 1,1%, bursa saham di Kuala Lumpur turun 1,57%, dan Bangkok turun 1,07%. Namun di Mumbai, bursa saham naik 1,5% setelah kejatuhan cukup dalam pada beberapa hari sebelumnya. Bursa saham di Manila juga jatuh 5,96%.

Saat ini, pusat perhatian investor adalah menunggu keputusan The Fed soal kepastian program stimulus, atau yang dikenal dengan quantitative easing (QE). Program stimulus ini dilakukan untuk memperbaiki ekonomi AS pasca krisis 2008 lalu. Krisis di AS membuat dana-dana asing menyebar ke negara-negara berkembang di Asia.

Kabar bakal berakhirnya program stimulus ini menandakan ekonomi AS membaik, dan dana-dana yang tadinya menyebar ke negara-negara berkembang di Asia bersiap-siap untuk kembali ke AS.

Gubernur The Fed Ben Bernanke pernah mengatakan, program stimulus akan terus dilakukan sampai ekonomi AS benar-benar pulih. Kondisi ini membuat para pelaku pasar di bursa Asia melakukan inisiatif menjual saham dan menyebabkan kejatuhan sejumlah bursa.

Hari ini bursa Tokyo ditutup turun 0,44% (59,16 poin) ke level 13.365,17. Bursa saham Seoul turun 0,98% (18,34 poin) ke level 1.849,12. Kemudian bursa saham Sydney turun 0,48% (24,3 poin) ke level 5.075,7. Bursa saham Shanghai turun 0,28% (5,84 poin) ke level 2.067,12. Sementara bursa Hong Kong berhasil naik 0,36% (77,67%) ke level 21.895,4.
(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads