IHSG Menipis 1 Poin Setelah Bergerak Fluktuatif

IHSG Menipis 1 Poin Setelah Bergerak Fluktuatif

- detikFinance
Jumat, 23 Agu 2013 16:05 WIB
IHSG Menipis 1 Poin Setelah Bergerak Fluktuatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 1 poin menyusul ramainya aksi jual investor menjelang penutupan perdagangan. Poin yang dicetak IHSG sejak pembukaan perdagangan langsung hilang setelah pemerintah umumkan 4 paket kebijakan ekonomi.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 10.770 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.790 per dolar AS. Dolar sempat tembus lagi level Rp 11.000 siang tadi.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 65,844 poin (1,58%) ke level 4.237,357 bersamaan dengan penguatan bursa regional dan global. Investor langsung berburu saham murah sejak pembukaan perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh indeks sektoral kompak menguat di zona hijau ditopang aksi beli yang dilakukan investor lokal. Rata-rata penguatan indeks sektoral lebih dari satu persen.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 59,437 poin (1,42%) ke level 4.230,850 berhasil mempertahankan momentum penguatan. Saham-saham unggulan masih jadi sasaran aksi jual.

Menjelang salat Jumat Pemerintah mengeluarkan 4 paket kebijakan ekonomi menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sayangnya paket kebijakan baru ini direspons negatif oleh pelaku pasar.

Memasuki perdagangan sesi sore, IHSG yang sempat naik hingga ke level tertinggi 4.239,880 langsung jatuh ke zona merah. Setelah mendarat di level terendahnya di 4.151,511 IHSG langsung bergerak datar.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (23/8/2013), IHSG ditutup menipis 1,586 poin (0,04%) ke level 4.169,827. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,242 poin (0,04%) ke level 689,256.

Saham-saham yang sempat naik tinggi langsung jadi sasaran jual. Saham-saham tambang dan infrastruktur masih bisa menguat. Aksi jual tak hanya dilakukan asing, tapi juga investor domestik.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 196,2 miliar di seluruh pasar. Dana asing yang keluar dari lantai bursa tidak sebesar perdagangan sebelumnya.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 166.014 kali pada volume 5,001 miliar lembar saham senilai Rp 5,567 triliun. Sebanyak 123 saham naik, sisanya 135 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia tak lagi kompak bergerak di zona merah, sore ini bergerak mixed. Hanya bursa Jepang yang bisa mempertahankan momentum dengan menguat lebih dari dua persen.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 9,67 poin (0,47%) ke level 2.057,46.
  • Indeks Hang Seng melemah 31,89 poin (0,15%) ke level 21.863,51.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 295,38 poin (2,21%) ke level 13.660,55.  
  • Indeks Straits Times naik 2,98 poin (0,10%) ke level 3.092,38.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 30.300, Lippo Insurance (LLPGI) naik Rp 325 ke Rp 3.125, Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 300 ke Rp 4.600, dan Bayan (BYAN) naik Rp 300 ke Rp 7.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.450 ke Rp 65.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 3.600, Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 29.000, dan Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 450 ke Rp 6.700.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads