Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, situasi perekonomian saat ini masih aman, namun pemerintah perlu waspada.
"Saat ini situasi aman tapi kita harus waspada betul," kata Chatib di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chatib mengatakan, soal penguatan rupiah sangat tergantung pada situasi eksternal yang tidak bisa dikontrol pemerintah. Memang pemerintah menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar juga terjadi pada mata uang lainnya di dunia. Ini karena rencana bank sentral AS yaitu The Fed menghentikan program stimulus ekonominya, karena situasi ekonomi di AS dianggap membaik.
Kabar membaiknya perekonomian AS ini membuat investor mengalihkan dananya dari negara-negara berkembang ke AS. Sehingga nilai tukar di sejumlah negara jatuh, demikian juga dengan bursa-bursa saham.
"Tentu yang eksternal kita nggak bisa kontrol. Tapi kalau ada kelemahan di domestik harus kita betulkan.Sehingga si investor akan melihat bahwa pemerintah ini perhatian, serius," ujar Chatib.
Menurutnya, sinyal bahwa pemerintah serius merespons guncangan ekonomi cukup penting. "Sinyal itu yang penting. Sehingga kemudian mereka nggak punish. Yang bahaya itu di financial market. Mereka monitor negara melalui chart. Misalnya current account naik. Karena itu kita harus bilang bahwa seluruh kebijakan itu konsisten," ungkap Chatib.
(dnl/ang)











































