Dolar Sentuh Rp 11.000, Chatib Basri: Situasi Aman Tapi Kita Harus Waspada

Dolar Sentuh Rp 11.000, Chatib Basri: Situasi Aman Tapi Kita Harus Waspada

- detikFinance
Jumat, 23 Agu 2013 17:55 WIB
Dolar Sentuh Rp 11.000, Chatib Basri: Situasi Aman Tapi Kita Harus Waspada
Foto: Chatib Basri (dok.detikFinance)
Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah sehingga membuat dolar sentuh Rp 11.000 dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok dianggap belum mengkhawatirkan.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, situasi perekonomian saat ini masih aman, namun pemerintah perlu waspada.

"Saat ini situasi aman tapi kita harus waspada betul," kata Chatib di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (23/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah hari ini memang telah mengeluarkan 4 paket kebijakan untuk merespons situasi guncangan ekonomi yang terjadi saat ini. Namun apakah paket kebijakan ini bisa menjamin rupiah kembali menguat?

Chatib mengatakan, soal penguatan rupiah sangat tergantung pada situasi eksternal yang tidak bisa dikontrol pemerintah. Memang pemerintah menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar juga terjadi pada mata uang lainnya di dunia. Ini karena rencana bank sentral AS yaitu The Fed menghentikan program stimulus ekonominya, karena situasi ekonomi di AS dianggap membaik.

Kabar membaiknya perekonomian AS ini membuat investor mengalihkan dananya dari negara-negara berkembang ke AS. Sehingga nilai tukar di sejumlah negara jatuh, demikian juga dengan bursa-bursa saham.

"Tentu yang eksternal kita nggak bisa kontrol. Tapi kalau ada kelemahan di domestik harus kita betulkan.Sehingga si investor akan melihat bahwa pemerintah ini perhatian, serius," ujar Chatib.

Menurutnya, sinyal bahwa pemerintah serius merespons guncangan ekonomi cukup penting. "Sinyal itu yang penting. Sehingga kemudian mereka nggak punish. Yang bahaya itu di financial market. Mereka monitor negara melalui chart. Misalnya current account naik. Karena itu kita harus bilang bahwa seluruh kebijakan itu konsisten," ungkap Chatib.
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads