Sejak awal 2013 hingga pertengahan tahun ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh rekor tertingginya, tapi kemudian menukik tajam membuat pertumbuhannya minus.
Posisi IHSG yang minus ini membuat keraguan investor akan instrumen investasi yang aman saat ini. Pasalnya, IHSG sedang turun bisa jadi kesempatan untuk membeli saham murah.
Menurut Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Zulfa Hendri, koreksi tajam yang terjadi terhadap IHSG akibat beberapa hal, seperti ASEAN yang tidak lagi menjadi tempat pilihan utama investasi regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebenarnya, pada saat seperti ini, investor bisa mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian dananya ke produk investasi yang memiliki kebijakan fleksibel, dari instrumen saham ke efek utang atau sebaliknya. Untuk ini, reksa dana campuran bisa menjadi pilihan,” ujarnya dalam keterangan tertulis Senin (26/8/2013).
Reksa dana campuran (balanced fund) adalah reksa Dana yang dapat berinvestasi pada efek saham maupun efek utang (obligasi), dengan perbandingan alokasi asetnya tidak termasuk di dalam kebijakan investasi reksa dana saham maupun reksa dana pendapatan tetap.
"Dengan demikian, reksa dana campuran memiliki fleksibilitas untuk dapat berorientasi ke efek saham atau ke efek utang (obligasi)," ujarnya.
Sampai pada akhir Juli 2013 ini, jumlah Nilai Aktiva Bersih untuk Reksa Dana Campuran di industri Reksa Dana telah mencapai lebih dari Rp 22 triliun dari seluruh total Nilai Aktiva Bersih industri Reksa Dana sebesar Rp 189 triliun.
Sementara total produk reksa dana ini mencapai 113 produk Reksa Dana Campuran di seluruh Indonesia.
(ang/dnl)











































